Sumbartime.com,- Pekan Budaya Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2023 kembali hadir untuk masyarakat setelah sempat terhenti selama beberapa waktu akibat pandemi Covid-19.
Acara yang diselenggarakan di Komplek Kantor Bupati Lima Puluh Kota secara resmi dibuka pada hari ini, tanggal 7 Agustus, sekitar pukul 15.00 dan dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 12 Agustus 2023.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota menyampaikan harapannya agar acara ini berjalan dengan baik, lancar, dan tanpa adanya hal-hal yang mengganggu di masa mendatang. Ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh masyarakat dari berbagai pelosok negeri yang hadir pada acara Pekan Budaya ini.
“Pekan Budaya Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat, karena di dalamnya terdapat berbagai acara yang memperlihatkan keanekaragaman budaya yang ada di wilayah Kupatir 50 Kota,” ungkap Deni Asra
Dalam menyongsong kehadiran kembali Pekan Budaya ini, seluruh masyarakat diharapkan untuk lebih memahami, mencintai, dan menghargai budaya.
Ketua DPRD kabupaten limapuluh kota juga menyampaikan pentingnya peran setiap individu dalam melestarikan budaya. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah, di antaranya adalah mempelajari dan belajar tentang budaya yang dimiliki setiap negara dan melestarikannya dengan turut serta dalam melaksanakan tradisi atau kegiatan budaya tersebut.
“Selain itu, juga penting untuk mengajarkan budaya ini kepada orang lain dan menjadikan budaya sebagai identitas negara dan darah kita di masa-masa yang akan datang ,” jelasnya
Disaat ini Pentingnya peran Pekan Budaya untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan budaya. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah dan Bupati 50 Kota dapat berkolaborasi dengan baik.
diharapkan dapat mengambil kebijakan yang mendukung dan memfasilitasi sanggar-sanggar budaya yang ada di wilayah tersebut. Pembinaan, pendidikan, dan pembiayaan bagi sanggar-sanggar budaya di pelosok 50 Kota sangat diperlukan agar budaya ini dapat terus tumbuh dan berkembang dengan baik.
Selanjutnya ketua DPRD mengungkapkan Tantangan ke depan yang dihadapi oleh masyarakat 50 Kota tidak hanya sebatas melestarikan budaya, namun juga harus siap menghadapi perubahan zaman.
“Era revolusi industri 4.0 telah berlalu dan saat ini telah memasuki era sosialitas 5.0, di mana kecerdasan buatan dan teknologi semakin terintegrasi dengan kehidupan manusia. Hal ini menuntut generasi muda 50 Kota untuk menjadi pionir dalam mempelajari dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada,”lanjutnya
Dengan tetap menjaga budaya dan nilai-nilai luhur, generasi muda diharapkan dapat mengikuti kemajuan teknologi sehingga budaya tetap relevan dan tidak terus tergerus oleh perkembangan zaman.(*)





















