Sumbartime – Dugaan intimidasi terhadap seorang guru PAUD oleh Penjabat (Pj) Wali Nagari Lembah Binuang di Pasaman Barat tengah menjadi sorotan.
Kasus ini berkaitan dengan dugaan upaya memaksa guru PAUD untuk mendukung anak Bupati Pasaman Barat, HD Dianovri Harpama, yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dalam Pemilu 2024.
Guru PAUD tersebut sudah melaporkan dugaan intimidasi itu ke Bawaslu Pasaman Barat agar diproses lebih lanjut.
Dilansir dari laman JPNN.com, Jumat, (26/1) Kuasa hukum guru PAUD tersebut, Kasmanedi, mengatakan kliennya yang berinisial Li (34) diduga diintimidasi untuk memilih anak Bupati Pasaman Barat yang saat ini menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dapil Sumbar 2.
Selain diintimidasi, Li, juga diancam dan diminta mundur dari tim salah satu caleg, Hariadi BE.
“Klien saya dipaksa mendukung anak Bupati Pasaman Barat yang saat ini mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI Sumbar 2 yaitu HD Dianovri Harpama,” kata Kasmanedi.
Korban, Li, menceritakan intimidasi itu berawal dari telepon Pj Wali Nagari Lembah Binuang Aua Kuniang berinisial FY.
“Klien saya dipaksa mendukung anak Bupati Pasaman Barat yang saat ini mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI Sumbar 2 yaitu HD Dianovri Harpama,” kata Kasmanedi.
Dia melanjutkan, jika kliennya tidak memenangkan anak bupati, maka proposal bantuan pendidikan untuk PAUD guru tersebut akan dihapuskan. Bahkan, ancaman itu juga berlaku walau Li bersikap netral selama masa kampanye.
“Kalau bersikap netral bantuan itu juga dihapuskan,” ucap Kasmanedi.
Korban, Li, menceritakan intimidasi itu berawal dari telepon Pj Wali Nagari Lembah Binuang Aua Kuniang berinisial FY. Pada percakapan di telepon, Li, dituduh ikut menyukseskan salah satu calon legislatif DPR RI Hariadi BE dan diminta mundur dari tim sukses.
Saya tidak masuk tim pemenangan Hariadi BE. Saya hanya memiliki kedekatan saja dengan istri Hariadi BE. Saya sangat terkejut dan saya disuruh menghadap ke kantor Wali Nagari,” kata Li. Pada Senin (22/1)
Li mendatangi kantor Wali Nagari Lembah Binuang dan bertemu dengan Pj Wali Nagari tersebut. Saat itu, Li kembali disuruh mundur dari tim Hariadi BE dan ikut menyukseskan anak bupati Pasaman Barat HD Dianovri Harpama.
“Kalau saya tidak mau, maka bantuan untuk PAUD saya dari dana bantuan operasional pendidikan diancam tidak diberikan. Saya merasa terintimidasi hingga akhirnya membuat laporan tersebut,” terangnya.
Koordinator tim relawan Hariadi BE Pasaman Barat Muhammad Ikbal sangat menyayangkan sikap Pj Wali Nagari tersebut. Sebagai seorang ASN, kata dia, Pj Wali Nagari harus bersikap netral dan tidak berpihak.
“Ini malah mengintimidasi seorang guru atau warga,” katanya.
Ikbal menegaskan calonnya Hariadi BE merasa dizalimi oleh seorang ASN yang ikut mengarahkan dan mengintimidasi seorang guru
Kami berharap Bawaslu Pasaman Barat menindak hal ini dan pelaku karena sudah mencederai demokrasi,” ucapnya.(R)





















