Pabrik Miras Oplosan Beromset 100 Juta Perbulan Digerebek Ditreskrimsus Polda Sumbar

Tiga Pelaku saat jumpa pers di Mapolda Sumbar

SUMBARTIME.COM-Sebuah gudang di jalan Veteran Dalam, nomor 62 RT 03/ RW 03, Kelurahan Padang Pasir, Kota Padang yang berfungsi srbagai pabrik Minuman Keras ( Miras) oplosan, Selasa (4/09) siang digrebek tim  Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar.

Tiga orang tersangka, dua pasangan suami istri dan pemilik inisial S (47) dan LA (46) dan TL (38) sebagai peracik dan pengedar berhasil diamankan aparat dalam penggerebekan tersebut.

Iklan

Disamping mengamankan tiga pelaku, Polisi juga menyita 4.380 botol miras palsu dengan merek seperti WN, TKW, Niport, Vodka, Tequilla serta merek lainnya bersama alat alat serta bahan produksi. Sementara uang tunai senilai 30 Juta rupiah yang diduga hasil dari penjualan juga turut diamankan oleh aparat.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Margiyanta Kamis (6/09) dalam keterangan jumpa persnya mengungkapkan kronologi dari peristiwa penggerebekan tersebut. Menurutnya kasus berawal dari informasi yang menyebutkan ada satu unit minibus yang membawa miras oplosan di Jalan raya, Padang- Indarung.

Dari penyergapan satu minibus pembawa miras oplosan tersebut, tim mengamankan TL. Selanjutnya dari pengembangan didapat informasi jika gudang pabrik oplosan tersebut berada di Jalan Veteran Dalam, Kota Padang yang disamari dengan sebuah bengkel mobil.

Tim Ditreskrimsus langsung bergerak ke lokasi dan melakukan penggerebekan. Dari hasil penggerebekan itulah diamankan pasutri pemilik pabrik oplosan tersebut bersama ribuan miras dari berbagai merek.

Dari hasil keterangan para pelaku, mereka telah beroperasi selama tiga tahun dengan omset mencapai 100 Juta Rupiah perbulan. Bahan bahan peracik miras oplosan mereka dapatkan dari luar daerah. Dalam perderannya, miras oplosan ini beredar di seluruh wilayah Sumatra Barat.

Saat ini ketiga tersangka telah diamankan di Mapolda dan mereka dijerat dengan  pasal 136, 142, 144 undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan serta pasal 62 ayat (1) juncto pasal 8 ayat (1) huruf a dan e undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. (ast)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here