Omaigaat !?, Payakumbuh ‘Sorga’ LGBT, Ditemukan 82 Pengidap HIV/AIDS

Gambar Ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Omaigaat, Payakumbuh masuk pada Kota Waspada virus penularan HIV/AIDS. Sejak TAHUN 2004 hingga September 2018, sebanyak 82 warga telah terindikasi tertular penyakit yang mematikan tersebut. Dan, mayoritas penularan penyakit tersebut terjadi akibat hubungan seks langsung.

Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Fahman Rizal di hadapan seratusan peserta yang terdiri dari Mahsiswa dan perwakilan pemuda serta Karang Taruna, bertempat Kampus Unand II, Minggu (30/09).

Iklan

Menurutnya dari 82 kasus tertular virus HIV/AIDS didominasi oleh kalangan remaja dan pemuda rata rata kisaran usia 20 tahun hingga 30 tahun, bebernya. Ironis, dari sebanyak kasus pengidap virus mematikan tersebut, mayoritas adalah pelaku Lesbi, Gay, Bisexsual Transgender (LGBT).

Pada tahun 2018 ini ditemukan 8 orang pengidap HIV/AIDS di Kota Payakumbuh, dan mayoritas adalah para pemuja LGBT, ungkap Fahman Rizal lagi, kepada awak media.

Menurutnya seks bebas, dengan orentasi seks meyimpang seperti LGBT di Kota Payakumbuh, kondisinya sudah sangat mengkuatirkan. Artinya Kota Payakumbuh telah menjadi ‘sorga’ bagi penikmat LGBT serta seks bebas, tutupnya mengatakan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan, dengan adanya temuan sebanyak 82 kasus sejak 2004 hingga September 2018 tersebut, ini merupakan sesuatu yang tak bisa dianggap angin lalu saja, ujarnya. Untuk itu dia meminta kesemua lapisan masyarakat agar mewaspadai anak serta kemanakan mereka dari bahaya pergaulan bebas terutama soal LGBT.

Sementara, beberapa waktu yang lalu, awak media sumbartime.com, berhasil mewawancarai salah seorang pelaku penikmat orentasi seks menyimpang di Kota Payakumbuh. Dari informasi serta keterangan yang dia paparkan, rata rata para penikmat seks bebas LGBT adalah kaum remaja kisaran umur 17 hingga 22 tahun.

Pelaku mengakui, jika praktek seks menyimpang yang dia lakukan serta para kaumnya di kota Payakumbuh mayoritas di tempat kos kosan, serta penginapan. Mereka menganggap kedua lokasi tersebut aman dan warga Payakumbuh belum terlalu curiga jika ada sesama jenis kumpul dan mojok baik di kafe maupun tempat yang telah disebutkan diatas, bebernya. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here