• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Peristiwa

Maut Mengintai Ratusan Nyawa di Koto Alam, Warga : “Wahai Para Petinggi Sumbar Dengarlah Jeritan Kami”

Sumbar Time by Sumbar Time
14 Desember 2019
in Peristiwa
A A
0
Maut Mengintai Ratusan Nyawa di Koto Alam, Warga : “Wahai Para Petinggi Sumbar Dengarlah Jeritan Kami”

Keteratan tanah yang diduga akibat pertambangan dengan menggunakan bahan peledak

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Maut kini sedang mengintai ratusan warga yang bermukim di kawasan Jorong Polong Dua, Jorong Batu Ampar serta Jorong Simpang Tiga, Nagari Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota.

ADVERTISEMENT

Keretakan tanah selebar 1 meter dan sepanjang 300 meter, membuat warga yang tinggal di kawasan tersebut merasa ketakutan dan dihantui oleh bencana besar yang diprediksi bisa menghapus kawasan pemukiman mereka dari peta Kabupaten Limapuluh Kota.

ADVERTISEMENT

Terutama warga yang tinggal di Jorong Polong dua yang secara geografis pemukimannya berada di bawah Jorong Batu Ampar. Keretakan tanah selebar 1 meter dan panjang 300 meter di Jorong Batu Ampar membuat warga Polong Dua menjadi cemas serta ketakutan jika keretakan itu berbuah menjadi bencana serta malapetaka.

Menurut Ilham, warga Jorong Polong Dua, keretakan tanah yang cukup panjang di Jorong Batu Ampar itu, sewaktu waktu akan mengalami abrasi serta longsoran yang cukup dahsyat serta menimpa kawasan pemukimannya jika penyebab utama dari keretakan itu dibiarkan merajalela, ujarnya. Apalagi ditambah saat ini curah hujan deras cukup sering terjadi di lokasi sejak seminggu terakhir ini, timpal Ilham.

BacaJuga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026
Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Gadut Bukittinggi

Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Gadut Bukittinggi

15 Januari 2026
Kepedulian di Tengah Bencana Ala Kapolresta Bukittinggi dan Bhayangkari

Kepedulian di Tengah Bencana Ala Kapolresta Bukittinggi dan Bhayangkari

29 November 2025

Sementara itu hasil investigasi data yang dihimpun, berdasarkan keterangan beberapa warga Kawasan setempat mereka meyakini penyebab utama terjadinya keretakan tanah yang cukup panjang itu akibat eksploitasi pertambangan dengan menggunakan bahan peledak seperti dinamit yang menggila di kawasan tersebut, ujar mereka mengungkapkan.

” Saat ini ada puluhan perusahaan tambang di seputar Koto Alam yang beraktifitas,” ungkap Cihel salah satu warga setempat kepada awak media, Jumat (13/12) malam.

Menurutnya, rata rata perusahaan tambang tersebut menggunakan bahan peledak untuk menguras kekayaan alam di Nagari Koto Alam. Dijelaskan Cihel, rata rata perusahaan itu berasal dari luar dan bekerja sama dengan pemilik lahan untuk mengeksploitasi tanah Kekayaan Koto Alam. Ada puluhan perusahaan yang melakukan aktifitasnya di lokasi secara gila gila an, sehingga menyebabkan ekosistem mengalami dampak kerusakan yang cukup parah dan dirasakan secara langsung oleh mayoritas warga tempatan.

” Banyak warga yang mengalami kerugian materil akibat eksploitasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tambang yang berkongkalingkong dengan para oknum, bang,” ujarnya geram.

Menurutnya saat ini banyak areal persawahan warga yang tidak bisa lagi untuk ditanami karena telah bercampur dengan air lumpur limbah buangan pertambangan. Sementara dampak nyata dan kini siap mengintai ratusan nyawa anak manusia adalah telah terjadinya keretakan tanah sepanjang 300 meter yang sewaktu waktu bisa abrasi dan menimbulkan bencana besar akibat efek daya ledak pertambangan yang nyaris tiap waktu terjadi, tukuknya mengatakan.

Senada dengan Cihel, warga setempat lainnya Hermidol. Dalam pesan tertulisnya kepada dapur redaksi yang masuk pada Jumat (13/12) pagi, juga menjelaskan terjadinya keretakan tanah yang juga merusak beberapa unit rumah warga di Koto Alam penyebab utamanya diduga keras akibat ekspolitasi pertambangan dengan memakai bahan peledak yang gila gilaan, terang.

Sementara itu dampak positif adanya puluhan perusahaan yang beraktifitas di kawasan mereka nyaris tidak dirasakan oleh ribuan warga tempatan.

” Hanya segelintir orang saja. Terutama pemilik lahan saja yang menikmati hasilnya,” aku Hermidol.

Menurutnya awal puluhan perusahaan itu masuk ke Koto Alam kepada warga mereka meminta izin untuk beraktifitas dengan konsekuensi akan mensejahterakan warga tempatan. Namun mayoritas warga merasa ditipu, hanya segelintir oknum saja yang menikmati fee dari proyek pertambangan tersebut. Sementara dampak yang ditimbulkan berpotensi akan terjadi peristiwa bencana yang diperkirakan cukup dahsyat bila keretakan tanah itu amblas dan menjadi lonsoran.

Untuk itu, kepada para petinggi Daerah Maupun Propinsi termasuk legeslatifnya segeralah turun tangan menyelesaikan persoalan yang kini sedang menghantui sebagian besar Warga Koto Alam.

” Saya dan ratusan warga tempatan berharap agar para petinggi Sumbar itu mendengarkan jeritan kami,” tutupnya menjelaskan. (aa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT
Previous Post

Tergelincir dan Masuk Sungai, Seorang Balita di Solsel Hanyut Terbawa Arus

Next Post

Pasca Banjir Bandang, Akses Menuju Gelugur Limapuluh Kota Terputus

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga
Limapuluh Kota

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026
Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Gadut Bukittinggi
Bukittinggi

Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Gadut Bukittinggi

15 Januari 2026
Kepedulian di Tengah Bencana Ala Kapolresta Bukittinggi dan Bhayangkari
Peristiwa

Kepedulian di Tengah Bencana Ala Kapolresta Bukittinggi dan Bhayangkari

29 November 2025
Tim Mata Elang Satres Narkoba Polresta Bukittinggi Gagalkan Pengiriman Paket Sabu
Bukittinggi

Tim Mata Elang Satres Narkoba Polresta Bukittinggi Gagalkan Pengiriman Paket Sabu

15 November 2025
Pengguna Sabu Ditangkap di Bukittinggi, Bandar Kabur Saat Digerebek
Bukittinggi

Pengguna Sabu Ditangkap di Bukittinggi, Bandar Kabur Saat Digerebek

21 September 2025
Next Post
Pasca Banjir Bandang, Akses Menuju Gelugur Limapuluh Kota Terputus

Pasca Banjir Bandang, Akses Menuju Gelugur Limapuluh Kota Terputus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

25 April 2026
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026

Berita Terbaru

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

25 April 2026
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.