Sumbartime.com, Solok, — Disamping memperkuat iman dan memperbanyak amal ibadah selama bulan suci ramadhan, anak nagari di Muaro Paneh Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok tetap berjuang melestarikan nilai-nilai adat lewat belajar pidato adat. Latihan dilaksanakan sesudah salat tarawih dan witir setiap malam Minggu atau hari Sabtu malam di Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang.
Zufri Datuak Rajo Indo selaku pembimbing anak nagari di group itu mengaku senang melihat antusias anak nagari yang telah mau mendalami nilai adat lewat pasambahan yang kerap ditampilkan pada setiap acara adat di nagari. Selama ini, kata Zufri Datuak Rajo Indo, cukup sulit mengajak anak nagari untuk mempelajari hal tersebut. Kemungkinan, hal itu lantaran sebagian besar anak nagari sibuk memikirkan persoalan ekonomi. Sisanya, banyak anak nagari yang besar di perantauan.
“Kami lihat anak nagari sekarang sudah bisa diajak kompromi soal pelestarian nilai adat lewat Pidato adat. Sebab, setiap Minggu mereka hadir ke Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang untuk belajar dan diskusi dengan tokoh adat yang ada di Nagari Muaro Paneh. Bahkan, mereka tidak canggung duduk sehamparan dengan golongan tua. Kami selaku pembimbing mereka tentu bangga dan sangat terbuka dengan segala kemauan anak nagari dalam hal pelestarian adat ini,”ucap Zufri Datuak Rajo Indo ketika berhasil dikonfirmasi pada hari Sabtu, 1 April 2023, menjelang Maghrib atau beberapa saat sebelum waktu berbuka puasa masuk.
Zufri Datuak Rajo Indo juga menerangkan bahwa kegiatan latihan Pidato Adat di Group Sarangkuah Dayuang ini sudah berjalan sejak awal bulan Januari 2022 silam. Akan tetapi, terang beliau, ketika itu nama group belum tercipta. Sarangkuah Dayuang diresmikan sebagai nama group pidato adat pada hari Sabtu, 08 Oktober 2023 melalui rapat yang dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat. Selama latihan, ujar Zufri Datuak Rajo Indo, group itu sudah beberapa kali dikunjungi oleh anak nagari lain seperti anak nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok dan beberapa Mahasiswa dari Universitas Negeri Padang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan media ini, group pidato adat Sarangkuah Dayuang tidak sekedar tempat belajar pidato adat tetapi juga tempat belajar Agama Islam. Disana, setiap anak nagari bisa belajar proses penyelenggaraan jenazah dari awal sampai akhir, termasuk menyampaikan sepatah dua patah kata dari ahli waris dalam acara takziah yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut terhitung sejak jenazah dikebumikan. Takziah ini dilakukan malam hari dan menghadirkan anak didik surau, Musalla ataupun MDA/MDTA di Nagari Muaro Paneh. (Risko Mardianto Dt. Rajo Lelo, SH)




















