Konflik Warga Dengan Pemko Payakumbuh, Tugu Lampu Berganti Pohon Pisang

penampakan pohon pisang dibundaran simpang empat napar

SUMBARTIME.COM-Sebuah penampakan pemandangan yang tidak biasa terlihat di kawasan Simpang Empat Napar, Jalan Tan Malaka, Payakumbuh Utara, Kota payakumbuh pada Kamis (2/12) malam.

Sebatang pohon pisang yang sedang berbuah terliat tumbuh di tengah tengah bundaran kawasan lokasi setempat yang cukup padat serta ramai dilalui oleh para pengguna jalan raya.

Iklan

Namun benarkah pohon pisang yang sedang berbuah itu benar benar tumbuh di tengah bundaran Simpang Empat kawasan tersebut.

Ternyata setelah kru awak media Sumbartime.com menghampiri secara dekat, ada dugaan pohon pisang yang kelihatan tumbuh subur di tengah jalan itu ditanam secara rekayasa oleh seseorang.

Benar saja, ternyata dugaan kru awak media terkait adanya dugaan pohon yang ditanam secara rekayasa itu ternyata tidak meleset. Hal tersebut dapat dipastikan ketika kru awak media memperoleh keterangan dari salah satu warga yang tinggal di sekitaran lokasi.

Adalah Darmadi (46) mengungkapkan jika pohon pisang yang terlihat tumbuh di bundaran kawasan Simpang Empat Napar itu, sengaja ditanam oleh warga setempat akibat sebagai bentuk protes kepada Pemko Payakumbuh yang dinilai arogan, tuturnya mengatakan.

Lebih detil dirinya mengatakan, jika tanaman pohon pisang yang ditanam oleh warga itu sebagai bentuk protes akibat dibongkar secara sepihaknya sebuah Tugu Lampu High Mass yang selama ini bertahun tahun menjadi kebanggaan warga setempat, ungkap Darmadi kepada kru awak media.

Setelah panjang lebar warga Kelurahan Napar itu menerangkan tentang nilai historis keberadaan Tugu High Mass bagi masyarakat sekitaran, dirinya meminta kru awak media menghubungi pihak LPM serta tokoh pemuda setempat untuk informasi tambahan yang lebih akurat, sarannya sambil menutup pembicaraan.

Berbekal informasi serta nomor beberapa tokoh setempat yang didapatkan, kami mencoba menghubungi ponsel salah satu dari mereka.

Orang yang pertama kali mengangkat panggilan seluler kami adalah Tokoh Pemuda setempat bernama Yopi. Kepada kru media dirinya membenarkan jika penampakan pohon pisang yang ditanam di tengah bundaran Simpang Empat Napar tersebut adalah sebagai salah satu bentuk protes warga terkait pembongkaran Tugu Lampu High Mass yang dilakukan secara sepihak oleh Pemko Payakumbuh beberapa waktu lalu, bebernya.

Padahal jelasnya lagi, keberadaan Tugu itu selama ini telah banyak memberi manfaat bagi warga sekitaran. Selain untuk penerangan, juga dengan adanya tugu di tengah bundaran itu juga meminimalisir peristiwa kecalakaan di kawasan yang terkenal cukup padat dilalui oleh berbagai kendaraan, ujar Yopi.

Namun ironisnya justru pihak Pemko Payakumbuh malah sengaja membongkar dan dipindahkan ke kawasan lain dengan secara sepihak tanpa melibatkan semua unsur masyarakat yang ada di Kelurahan Napar, imbuhnya.

Tokoh Pemuda setempat itu juga mengungkapkan pada Tanggal 30 Nomber 2021 kemaren, telah ada pertemuan serta mediasi terkait konflik warga dengan Pemko soal pembongkaran Tugu yang dianggap secara sepihak tersebut. Saat itu pihak Pemko Payakumbuh diwakili oleh Wakil Walikota Erwin Yunaz, Kepala Dinas PUPR Muslim, Serta Lurah Napar Helmi Putra. Sementara di pihak warga hadir Ketua LPM  John Ricardo, Tokoh Pemuda Yopi, serta unsur warga lainnya.

Dalam pertemuan serta mediasi itu, disepakati beberapa poin yang salah satunya ungkap Yopi adalah Pihak Pemko berjanji akan memfasilitasi pertemuan dengan pimpinan daerah untuk membicarakan pengganti dari Tugu yang telah dibongkar sesegera mungkin.

Namun hingga Pohon pisang ditanam warga di bundaran kawasan Simpang Empat Napar itu pada 2 Desember 2021, belum ada informasi serta tindak lanjut terkait pertemuan dengan pimpinan daerah.

Untuk itu terang Yopi lagi, warga memberi batas limit ke Pemko Payakumbuh hingga pertengahan Desember akhir Tahun ini, terkait penggantian tugu yang telah dibongkar.

Jika batas waktu yang diberikan oleh warga dianggap angin lalu oleh pihak Pemko, maka rencananya ratusan warga akan beramai ramai menggeruduk Balaikota melakukan protes terkait pembongkaran Tugu Lampu High Mass kebanggan warga sekitar, pungkasnya mengatakan.

Terpisah hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua LPM setempat Jhon Ricardo saat kru awak media juga menghubungi yang bersangkutan. Dirinya membenarkan jika seluruh masyarakat Kelurahan Napar yang berjumlah 2865 jiwa protes atas sikap arogan Pemko Payakumbuh yang dinilai telah melakukan pembongkaran secara sepihak, ujarnya.

Dirinya menjelaskan jika Tugu lampu Higg Mass yang sebelumnya telah belasan tahun menemani dan membantu warga sekitaran, memiliki nilai historis yang cukup berarti bagi warga.

Keberadaan Tugu Lampu tersebut sudah ada sejak Tahun 2005 silam dimasa kepemimpinan Joserizal Zain, terangnya. hadirnya lampu itu juga berkat peran tokoh masyarakat setempat Abdul Khair bersama warga lainnya yang gigih memperjuangkan secara bersama sama.

Adapun keginaanya disamping untuk memberikan penerangan juga untuk menekan tingkat kecelakaan lalu lintas yang sebelum Tugu terpasang cukup banyak kejadian kecelakaan yang sampai merenggut nyawa. Atas sikap Pemko yang melakukan pembongkaran secara sepihak tanpa membawa serta melibatkan unsur masyarakat setempat untuk berdiskusi sebelum pengerjaan, merupakan penghinaan luar biasa yang sedang dipertontonkan kepada warga.

Atas itu semua kami melawan kezoliman ini dengan menanam pohon pisang sebagai bentuk protes rakyat atas kearogansian Pemko, tutupnya.

Sementara itu, terkait benih konflik yang sedang terjadi antara warga Napar dengan Pemko Payakumbuh terkait persoalan pembongkaran Tugu High Mass itu, kami mencoba menghubungi pihak Pemerintahan Daerah setempat sendiri.

Namun saat kami mencoba menghubungi untuk meminta klarifikasi serta tanggapan melalui hubungan seluler kepada Kadis PUPR Payakumbuh pada Kamis (2/12) malam, panggilan masuk telepon kami hingga berita ini keluar belum direspon.

Akan tetapi dari sumber terpecaya dari pihak Pemerintah Daerah sendiri di dapat info terkait pembongkaran Tugu lampu, sebelum dilakukan pengerjaan pihak Pemko telah memberikan pemberitahuan kepada Camat dan Lurah setempat. Artinya pembongkaran tersebut sudah sesuai prosedur.

Masih menurut sumber yang namanya enggan untuk dituliskan itu menjelaskan, justru dengan kondisi ruas jalan yang sempit, pembongkaran menurutnya adalah menekan tingkat Kecelakaan yang tinggi. Namun akunya lagi untuk lebih jelas dan detilnya, ia meminta kru agar menghubungi Kadis PUPR biar lebih jelas dan Clear, tutupnya.

Di sisi lain, di sekitaran lokasi kami menemukan sebuah plang proyek yang diduga milik sebuah perusahaan yang ditunjuk sebagai operator pembongkaran dan pemindahan Tugu lampu di lokasi Napar ke kawasan Padang Kaduduak.

Dalam penjelasan plang proyek itu disebutkan jika kegiatan pengelolaan Lengger Jalan di lokasi bundaran Simpang Empat Napar itu dibiayai oleh APBD Perubahan Kota Payakumbuh Tahun 2021 dengan nilai Rp 54. 900.000 dengan masa kerja 45 hari Kalender. Adapun perusahaan yang mengerjakan jasa pembongkaran dan pemasangan Tugu High Mass tersebut adalah PT Cipta Mandiri Globalindo.

Demikian laporan investigasi lapangan tim kru media Sumbartime.com terkait konflik warga dengan Pemko menyoal pembongkaran Tugu lampu High Mass dan berganti dengan pohon pisang yang sedang berbuah di bundaran Simpang Empat Napar. Jika benih konflik ini tdak diselesaikan secara elagan dan bijaksana oleh masing masing pihak dengan sesegera mungkin, maka dapat dikuatirkan akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan bersama. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here