• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Sumbar Payakumbuh

Kisruh Elit Duo Daerah Soal Tapal Batas, Wendra Yunaldi: ” Elit Tak Perlu Gaduh dan Berbalas Pantun di Ruang Publik”

Sumbar Time by Sumbar Time
9 September 2021
in Payakumbuh, Politik
A A
0
Kisruh Elit Duo Daerah Soal Tapal Batas, Wendra Yunaldi: ” Elit Tak Perlu Gaduh dan Berbalas Pantun di Ruang Publik”

gambar ilustrasi sangketa wilayah

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Kisruh soal tapal batas antar dua wilayah bertetangga, yakni Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang sempat membuat dua elit pimpinan kedua daerah saling ‘berbalas pantun’ dan lempar statmen di ruang publik, mendapat tanggapan bagi warga Luhak Limopuluah.

ADVERTISEMENT

Ada warga menanggapi kisruh elit pimpinan dua daerah terkait soal tapal batas wilayah hanyalah sebagai hiburan gratis lucu lucuan semata. Ada juga warga yang menanggapi dengan kalimat sindiran terkait tingkah para elit mereka yang saling ‘berbalas pantun’ dan lempar statmen di ruang publik dan menganggap para elit tersebut seakan kurang kerjaan ditengah wabah Covit yang makin menggila.

ADVERTISEMENT

Melalui komentar warga Luhak Limopuluah di berbagai jaringan media sosial, mereka menanggapi kisruh antar pimpinan di ruang publik terkait soal 10 tapal batas antar dua daerah tidak perlu terjadi jikalau masing masing mereka bisa menahan diri untuk tidak bikin gaduh dengan saling lempar statmen di ruang publik.

Warga menganggap, soal tapal batas bukanlah hal yang patut diperuncing dan dipertentangkan kalau pimpinan masing masing daerah serta lembaga DPRD nya mau duduk bersama dan membahasnya di dalam ruangan terbatas, tulis beberapa warga melalui jejaring sosial media.

BacaJuga

STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru

STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru

25 Juli 2026
Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti MPH.

Agar Terjamin JKN Sejak Lahir, Begini Tata Cara Pendaftaran Bayi Baru di Kota Payakumbuh

7 Desember 2025

Kritikan tajam terkait kisruh dan memanasnya hubungan antar dua pimpinan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota terkait bola panas yang bernama tapal batas antar wilayah tersebut juga datang dari pratiksi hukum Wendra Yunaldi.

Menurut tokoh muda Luhak Limopuluh tersebut, seharusnya kisruh dan gaduh antar para elit di dua daerah tersebut tidak perlu terjadi kalau masing masing mereka dapat menjaga diri untuk tidak saling lempar tudingan di ruang publik, ujarnya Selasa (6/7) di Payakumbuh.

Seharusnyan para elit bisa memberikan rasa aman serta nyaman kepada warga Luhak Limopuluh yang saat ini kondisi ekonomi mereka sedang menurun karena dihantam pandemi Covid 19, sambung Wendra lagi.

Sebagai pratiksi hukum serta pengamat sosial politik, dirinya merasa heran, kenapa cuman para elite saja yang ribut soal tapal batas, sementara masyarakat dua daerah yang sejatinya saudara sekandung dalam payung Luhak Limopuluah hanya tenang tenang saja tanpa pernah ada terjadi gesekan di lapangan terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitaran tapal batas.

Wendra Yunaldi juga menyarankan agar ‘berbalas pantun’ para elit duo daerah tidak usah di ruang publik. Jikalaupun pembahahasan tapal batas sangatlah penting untuk di bahas dalam suasana Covid -19 ini, cukuplah para elit antar dua daerah duduk bersama membahasnya di ruang terbatas tanpa perlu mengumbar ke ruang publik, pungkasnya mengatakan.

ADVERTISEMENT

Seperti diketahui sebelumnya, persoalan gaduh antar elit duo daerah ini berawal dari cuitan beberapa Fraksi DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dalam sidang Paripurna yang mengatakan jika tetangga mereka Kota Payakumbuh telah jelas jelas mencaplok wilayah serta aset daerah mereka.

DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dengan jelas juga mengatakan jika Pemko Payakumbuh dengan tanpa izin mengambil wilayah mereka dan meminta agar Bupati segera mengambil tindakan tegas atas prilaku tidak terpuji tersebut.

Terang saja cuitan serta statmen beberapa fraksi DPRD Limapuluh Kota yang dibawa ke rfuang publik membuat tetangga mereka menjadi tersinggung berat.

Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, melalui rilis persnya membantah jika pihaknya telah melakukan aksi pencaplokan wilayah seperti yang dituduhkan. Bahkan dirinya menganggap cuitan serta statmen DPRD Limapuluh Kota tersebut hanyalah sebagai bentuk dari lucu lucuan belaka dan tanpa dasar.

Dalam rilis persnya tersebut, Riza menjelaskan jika soal tapal batas tersebut telah final dan telah menjadi ketetapan Kemendagri. Harusnya DPRD setempat mempertanyakan itu kepada pusat, dan bukan melempar tudingan ke Payakumbuh, jelasnya.

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan dimana keberadaan Bupati, Wakil Bupati serta para anggota Dewan mereka yang terhormat tersebut berada saat pihak Kemendagri mengundang mereka dalam membahas keputusan final terkait tapal batas antar duo wilayah, beber Riza dengan serius.

Bola salju pun menggelinding, merasa kebakaran jenggot, cuitan dari orang nomor satu di Kota Payakumbuh tersebut langsung mendapat balasan. sehingga ‘berbalas pantun’ pun dimulai.

Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra, melalui rilisnya pers, langsung menanggapi cuitan Walikota Payakumbuh dengan mengatakan orang nomor satu di Payakumbuh itu merupakan orang hebat.

Selanjutnya seakan tak mau kalah, ‘pantun’ berbalaspun datang dari Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo. Orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota tersebut, menjawab pertanyaan Walikota Payakumbuh terkait keberadaan dirinya serta jajarannya saat undangan Kemendagri datang terkait pembahasan tapal batas.

Menurutnya saat undangan perihal pembahasan tapal batas sampai kedirinya, Safaruddin mengatakan jika umur pemerintahannya belum genap 24 jam. Jika Wako Payakumbuh menyalahkan mengenai ketidakhadiran dirinya, jelas keliru. Sebab menurutnya soal pertikaian tapal batas tersebut adalah sesuatu hal yang rinciannya tidak dia ketahui sebelumnya.

Namun sebagai rasa tanggung jawabnya sebagai pucuk pimpinan pemerintahan di Kabupaten Limapuluh Kota, pada hari surat undangan Kemendagri itu datang ke Limapuluh Kota, dia mengumpulkan semua jajaran pemerintah Kabupaten meminta keterangan terkait soal tapal batas yang kabarnya telah 10 tahun dipersoalkan, ujarnya, kepada para awak media. (rd)

Tags: Wendra Yunaldi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Para Wakil Rakyat Dengar Pendapat Wali Kota Terkait 3 Ranperda Usulan DPRD

Next Post

Sekolah Tatap Muka Ditunda, Wali Kota Targetkan 75 Persen Vaksinasi

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru
Payakumbuh

STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru

25 Juli 2026
Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional
Olahraga

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti MPH.
Payakumbuh

Agar Terjamin JKN Sejak Lahir, Begini Tata Cara Pendaftaran Bayi Baru di Kota Payakumbuh

7 Desember 2025
APBD Payakumbuh 2026 Disahkan, Total Belanja Rp745,658 Miliar dengan Defisit Rp95,358 Miliar
Payakumbuh

APBD Payakumbuh 2026 Disahkan, Total Belanja Rp745,658 Miliar dengan Defisit Rp95,358 Miliar

1 Desember 2025
Pemko Payakumbuh Gandeng Kota Tangerang Siapkan Lompatan Manajemen Talenta ASN 2026
Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Gandeng Kota Tangerang Siapkan Lompatan Manajemen Talenta ASN 2026

20 November 2025
Next Post
Sekolah Tatap Muka Ditunda, Wali Kota Targetkan 75 Persen Vaksinasi

Sekolah Tatap Muka Ditunda, Wali Kota Targetkan 75 Persen Vaksinasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024
STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru

STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
Safaruddin Dt. Bandaro Rajo : Bamus DPRD Bukan Hanya Membahas Ranperda SOPD Semata

Safaruddin Dt. Bandaro Rajo : Bamus DPRD Bukan Hanya Membahas Ranperda SOPD Semata

0
MTB JELAJAH GUNUNG BUNGSU BERTABUR HADIAH

MTB JELAJAH GUNUNG BUNGSU BERTABUR HADIAH

0
STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru

STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru

25 Juli 2026
92 Persen WNI Belum Pernah ke Luar Negeri, Survei Ungkap Mimpi Besar yang Masih Tertahan

92 Persen WNI Belum Pernah ke Luar Negeri, Survei Ungkap Mimpi Besar yang Masih Tertahan

24 Juli 2026
Diduga Langgar Aturan Jarak Minimal, Warga Pertanyakan Legalitas Izin Peternakan Ayam di Kabupaten Solok

Diduga Langgar Aturan Jarak Minimal, Warga Pertanyakan Legalitas Izin Peternakan Ayam di Kabupaten Solok

24 Juli 2026
Diduga Abaikan Surat Tugas Sekda, Empat OPD dan Camat Gunung Talang Jadi Sorotan

Diduga Abaikan Surat Tugas Sekda, Empat OPD dan Camat Gunung Talang Jadi Sorotan

23 Juli 2026

Berita Terbaru

STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru

STIH Putri Maharaja Cetak 68 Sarjana Hukum Baru

25 Juli 2026
92 Persen WNI Belum Pernah ke Luar Negeri, Survei Ungkap Mimpi Besar yang Masih Tertahan

92 Persen WNI Belum Pernah ke Luar Negeri, Survei Ungkap Mimpi Besar yang Masih Tertahan

24 Juli 2026
Diduga Langgar Aturan Jarak Minimal, Warga Pertanyakan Legalitas Izin Peternakan Ayam di Kabupaten Solok

Diduga Langgar Aturan Jarak Minimal, Warga Pertanyakan Legalitas Izin Peternakan Ayam di Kabupaten Solok

24 Juli 2026
Diduga Abaikan Surat Tugas Sekda, Empat OPD dan Camat Gunung Talang Jadi Sorotan

Diduga Abaikan Surat Tugas Sekda, Empat OPD dan Camat Gunung Talang Jadi Sorotan

23 Juli 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.