Sumbartime – Setelah prosesi “maambiak batang pisang” selesai, terjadi pertemuan antara rombongan Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang di Simpang Tabuik Pariaman pada Kamis (11/7) malam, yang mengakibatkan kerumunan besar. Kedua kelompok bertemu dan mengalami perselisihan, yang dikenal sebagai Tabuik basalisiah.
Tabuik basalisiah merupakan bagian dari budaya yang terjadi saat kedua rombongan kembali ke rumah Tabuik masing-masing. “Setelah maambiak batang pisang, rombongan Tabuik Pasa dan Subarang akan kembali ke rumah masing-masing dan bertemu di Simpang Tabuik.
Pertemuan ini terjadi karena lokasi “maambiak batang pisang” dari kedua rumah Tabuik saling berseberangan. Rombongan Tabuik Pasa melakukan prosesi tersebut di wilayah Rumah Tabuik Subarang, tepatnya di Simpang Alai Gelombang, sementara Rumah Tabuik Pasa berada di Karan Aur. Di sisi lain, Tabuik Subarang menggelar prosesi di Simpang Kampuang Kaliang, yang searah dengan Rumah Tabuik Pasa.
Sebelum perselisihan terjadi, suasana dihidupkan dengan tabuhan gandang tasa dari kedua rombongan. Kelompok penabuh dari masing-masing Tabuik terus menabuh alat musik mereka hingga bertemu di Simpang Tabuik. “Penabuh dari kedua Tabuik terus menabuh gandang sampai bertemu dan berselisih di Simpang Tabuik.
Tampak ratusan orang berkumpul di Simpang Tabuik untuk menyaksikan peristiwa ini. Tabuik basalisiah menjadi tontonan rutin yang menarik perhatian banyak orang setiap tahunnya.(R)





















