John Kenedy Aziz Dipercaya Jadi Ketua DPP Partai Golkar

John Kenedy Aziz

SUMBARTIME.COM,-Jakarta – Pasca ditahannya Azis Syamsuddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/09) pekan lalu, Partai Golkar langsung melakukan perombakan struktur di beberapa posisi inti pada Dewan Pengurus Pusat (DPP).


Tiga nama baru muncul sebagai Wakil Ketua Umum, yaitu Adies Kadir yang menggantikan posisi Azis sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Kemudian juga ada nama Firman Soebagyo sebagai Waketum Bidang Sosial, yang menggantikan politisi senior Partai Golkar, Roemkono yang ditunjuk Presiden sebagai Duta Besar untuk Bosnia dan Herzegovina.

Iklan

Baca Juga : Diterpa Isu Retak!, Inilah Rentetan Rumor Menimpa Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota

Sementara itu, posisi Waketum Bidang Penggalangan Strategis yang selama ini dijabat oleh Rizal Mallaranggeng, digantikan oleh politisi muda asal Makassar, Erwin Aksa.


Rizal Mallaranggeng sendiri mundur dari posisi Waketum Partai Golkar, karena ditunjuk menjadi komisaris pada PT. Telkom.

Pergeseran juga terjadi di posisi Ketua DPP, dimana Ketua DPP Bidang Hukum yang sebelumnya dijabat Adies Karding, yang juga merupakan Ketua Komisi III DPR RI, digantikan oleh mantan pengacara senior John Kenedy Aziz, yang saat sebelumnya menjabat Wakil Bendahara Umum di DPP Partai Golkar.

Hasil rapat pleno DPP Partai Golkar pada hari Senin (27/09) ini sudah ditetapkan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan berlaku sejak ditetapkan tersebut.

Baca Juga : Proses Pencarian Terhadap Korban Tetimbun Longsor di Padang Pariaman Selesai, 7 Meninggal 1 Patah Tulang

Penunjukan nama John Kenedy Aziz, yang saat ini merupakan anggota Komisi VIII DPR RI ini, dinilai tepat, karena dari sisi senioritas di Partai Golkar dan pengalaman panjang sebagai pengacara serta pada periode 2014-2019 juga berada di Komisi III DPR RI yang membidangi masalah Hukum.


Ketua DPP Bidang Hukum sendiri merupakan jabatan yang cukup penting di Partai Golkar, karena berhubungan dengan mitra-mitra yang strategis, antara lain dengan Kepolisian, Kejaksaan, KPK dan instansi-instansi lainnya.

“Ini sebuah penghargaan dan juga sebuah amanah yang berat, tapi insya Allah kita akan jalani sebaik mungkin amanah dari Ketum ini,” ujar John Kenedy Aziz saat dihubungi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (01/10) kemarin.

Tugas yang diemban John Kenedy Aziz atau yang biasa dipanggil JKA ini, semakin berat karena saat ini Partai Golkar sedang digoyang dengan tertangkapnya Azis Syamsuddin oleh KPK.


” Iya, kita agak terpukul dengan kasus ini. Namun kita tetap hormati proses hukum yang sedang berlangsung. Sembari kita membenahi internal Partai Golkar agar tidak ada lagi kader yang berurusan dengan Hukum,” ujar JKA.

Mengenai upaya bantuan hukum yang akan diberikan Partai Golkar untuk Azis Syamsuddin, Putra Pariaman yang disebut-sebut akan maju pada Pilkada Gubernur Sumatera Barat yang akan datang ini mengatakan Partai Golkar sudah menyiapkan semuanya.

Baca Juga : Jembatan Ambruk, Bupati Pasaman: “Bangun Jembatan Darurat, Anak-anak Harus Bisa Ke Sekolah”


“Kita siap memberikan bantuan hukum, karena bagaimanapun beliau kader kita. Namun jika Pak Azis memilih pengacara lain, kita juga menghormati. Namun Partai Golkar, khususnya Bidang Hukum akan tetap mengawal dan mengamati,” tutupnya.

Perjalanan John Kenedy Aziz sendiri di Partai Golkar boleh dibilang sangat panjang dan berliku, sempat dua kali gagal pada Pemilihan Legislatif (pileg) 2004 dan 2009, tidak membuatnya kecewa, namun tetap terus berjuang, sampai akhirnya terpilih pada periode 2014-2019.


Saat ini John Kenedy Aziz sedang pada periode kedua, setelah pada pileg 2019 lalu metaih suara terbanyak di Partai Golkar untuk Dapil Sumatera Barat II. (mon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here