Diterpa Isu Retak!, Inilah Rentetan Rumor Menimpa Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota

Gambar bupati dan wakil bupati limapuluh kota

SUMBARTIME.COM-Rabu 29 September 2021 malam, didapat informasi jika Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizky Kurniawan Nakasri (RKN), diinfokan mendadak mendatangi rumah dinas Bupati Setempat, Safaruddin Dt Bandaro Rajo, Kawasan Labuah Basilang.

Kedatangan Wakil Bupati itu, ditandai dengan terparkirnya mobil dinas yang biasa dipakai oleh yang bersangkutan di halaman rumah Dinas Bupati Limapuluh Kota.

Iklan

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti agenda kedatangan mendadak RKN ke rumah Dinas Bupati. Namun dari sumber orang dalam yang terpecaya, jika kedatangan yang bersangkutan diduga kuat membahas isu serta gonjang ganjing yang menimpa dirinya dalam sepekan ini.

Selain itu masih menurut sumber orang dalam yang terpecaya, RKN menemui Safaruddin juga diduga bermaksud hendak membahas terkait adanya dugaan isu ketidak harmonisan antar Duo Kepala Daerah yang masih seumur jagung tersebut, ungkapnya.

Terlepas dari hal tersebut, seperti diketahui sebelumnya pemerintahan Safaruddin dan RKN, dikenal dengan sebutan SAFARI di Kabupaten Limapuluh Kota yang masih seumuran jagung, sejak 3 bulan belakangan ini telah diterpa gonjang ganjing isu kurang sedap, hingga bermuara pada dugaan “retaknya” hubungan Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan.

Dugaan retaknya hubungan antar Duo Kepala Daerah Limapuluh Kota ini berawal dari isu tidak sedap menimpa Bupati terkait persoalan Ijazah. Entah bagaimana selanjutnya, tetiba ada rumor yang menyebutkan terkait gencarnya isu soal ijazah palsu Bupati Safaruddin Dt Bandaro Rajo, hingga berujung pada pelaporan ke polisi, ada “tangan” Wakil Bupati yang bermain.

Dalam rumornya, disebutkan jika ada andil Wakil Bupati RKN, ikut “mengoreng” isu ijazah palsu milik Bupati tersebut, hingga susanan politik di Kabupaten Limapuluh Kota mulai tidak kondusif. Ironisnya rumor yang menyebutkan dugaan ikut bermainnya RKN terkait dugaan ijazah palsu Bupati itu, menyebar secara merata di Kabupaten Limapuluh Kota.

Walaupun dalam berbagai kesempatan, RKN telah membantah dengan tegas jika dirinya tidak tahu menahu soal isu dugaan ijazah palsu Bupati, namun mayoritas warga Kabupaten Limapuluh Kota terlanjur percaya dengan rumor ikut bermainnya Wakil Bupati di “belakang layar”, hingga banyak relawan SAFARI yang dulunya mendukung kepemimpinan mereka berdua, saat ini mulai berbalik arah dan menyerang pribadi RKN, dengan tulisan tulisan bernada kurang sedap di berbagai grub sosial media.

Saat isu terkait dugaan ijazah palsu Bupati Safaruddin mulai mereda, tiba tiba publik dikagetkan dengan muncul dan beredarnya informasi di media sosial terkait dugaan ikutnya RKN dalam aktifitas ilegal loging di kawasan Nagari Gurun, Limapuluh Kota yang menyeret pihak keluarganya tersebut ke “meja hijau”.

Munculnya isu ilegal loging yang menyebutkan RKN ikut bermain, setelah rumor ijazah palsu Bupati mereda, publik menilai jika kemunculan isu tersebut berasal dari orang orang pendukung Bupati. Informasi yang berkembang, jika ada beberapa pendukung Bupati Safaruddin yang diduga kesal dan jengkel dengan manuver politik RKN yang dianggap ingin menumbangkan orang nomor satu kabupaten Limapuluh Kota di tengah jalan, dengan memunculkan rumor tentang sepak terjang RKN saat masih menjadi seorang pengusaha.

Akan tetapi munculnya rumor ikut bermainnya RKN dalam kasus ileggal Loging yang menyeret adiknya tersebut ke meja hijau oleh RKN sendiri dengan tenang dan santai menjawab isu yang dilempar ke publik tersebut.

Baik di hadapan publik maupun di media sosial dirinya membantah ikut terlibat dalam aktifitas ilegal loging seperti yang dimaksud. Bahkan RKN juga menjelaskan ke publik jika persoalan itu telah divonis oleh Pengadilan Negeri Tanjung Pati, dan tidak ada hubungan secara langsung ke pribadinya, ungkapnya saat itu.

Namun belum hilangnya isu dugaan keterlibatan RKN dalam kasus ilegal loging itu, gelombang serangan kembali muncul lagi. Usai dengan isu Ileggal Loging, muncul lagi isu yang cukup sesnsitif bagi kebanyakan kaum perempuan terutama di Limapuluh Kota.

Informasi yang beredar adalah terkait ditolaknya permohonan izin Polygami yang bersangkutan oleh Pengadilan Negri Tanjung Pati. Disebutkan jika Wakil Bupati Limapuluh Kota yang belakangan ini diketahui memiliki 2 orang istri tersebut mengajukan permohonan izin polygami secara resmi ke Pengadilan Negri Tanjung Pati beberapa waktu lalu. Namun gugatan tersebut, dikabarkan ditolak pihak pengadilan tanpa diketahui secara pasti apa alasannya.

Terkait informasi gugatan Polygami Wakil Bupati itu ditolak, bak mendapatkan amunisi baru, lawan politik yang bersangkutan langsung memanfaatkan peristiwa permohonan yang tertolak itu sebagai senjata untuk menyerang dan menggoreng dengan tujuan merusak reputasi sang Wakil Bupati Limapuluh Kota itu sendiri.

Walaupun RKN dengan gamblang mengakui dan menjelaskan alasan terkait dirinya mengajukan permohonan izin Polygami ke Pengadilan, namun sepertinya isu itu dianggap seksi bagai masyarakat, sehingga ada upaya penggorengan melalui cerita dari warung kopi ke warung kopi lainnya di Kawasan Limapuluh Kota.

Ironisnya belum selesai pembahasan cerita warung kopi ditolaknya izin Polygami sang Wakil Bupati Limapuluh Kota itu, muncul lagi ke permukaan rumor tentang Wakil Bupati diduga telah menerima uang fee proyek pemerintah yang akan dikerjakan di kawasan setempat.

Dalam rumor yang ditandai dengan munculnya scrensoat dugaan percakapan RKN dengan si pemberi fee ke ruang publik menyebutkan pembayaran setoran uang secara bertahap, baik melalui rekening pribadi, maupun ke rekening istrinya yang totalnya mencapai Rp 30 Juta.

Lagi lagi, untuk kesekian kalinya RKN membantah rumor tersebut. Melalui siaran persnya pada salah satu grub WhatApps beberapa hari yang lalu, dirinya dengan tegas tidak pernah sama sekali menerima setoran uang terkait proyek pemerintah yang akan di kerjakan di Kabupaten Limapuluh Kota.

Dalam siaran persnya, RKN menyebutkan jika dirinya tidak pernah menerima sejumlah uang dari rekanan manapun dengan iming iming proyek di Limapuluh Kota. Bahkan dengan tegas dirinya menjelakan jika sebagai Wakil Bupati ia tidak ikut dalam menentukan tender atau penunjukan langsung (PL) di Kantor Dinas manapun dalam Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, ungkapnya.

Namun dalam keterangan persnya melalui salah satu grub WhatAaps tersebut, RKN tidak menjelaskan terkait darimana datang dan beredarnya scrensoat yang diduga percakapan dirinya dengan seseorang perihal penyetoran sejumlah uang. Akan tetapi dirinya hanya menjelaskan bantah tuduhan dirinya telah menerima sejumlah uang dengan iming iming proyek.

Sementara itu di sisi lain, sepertinya emosi sekelompok warga yang dulunya sebagai pendukung kuat Bupati Safaruddin pada Pilkada setahun silam sudah di ubun ubun. Diduga marah melihat sepak terjang RKN dengan segala manuver politiknya yang bertujuan “menjatuhkan” Bupati di tengah jalan, sehingga dianggap sudah diluar batas kewajaran dan berakibat retaknya hubungan Bupati dan Wakil Bupati, membuat mereka tidak peduli terkait siaran pers bantahan RKN terkait fee proyek.

Adalah sebuah akun Facebook bernama @Aat Guguak, di dalam laman media sosialnya, ia mengunggah dan memposting ke publik sebuah scrensoat dugaan percakapan orang yang bernama Wabup RKN dengan seseorang yang diduga merupakan rekanan proyek pada Tanggal 28 September 2021, pukul 16.38 WIB.

Unggahan scrensoat orang yang bernama Wabup RKN dengan sesesorang tersebut berisikan percakapan yang menjelaskan tentang telah disetorkan uang diduga fee terkait adanya proyek pemerintah di lingkungan Kabupaten Limapuluh Kota.

Terang saja unggahan akun Facebook bernama @ Aat Guguak yang dinilai seksi itu banyak mendapat ragam tanggapan dari warganet. Berbagai komentar bermunculan di halaman postingan tersebut. Banyak warganet menduga jika scrensoat percakapan orang yang bernama Wabup RKN dengan seseorang itu, adalah Wakil Bupati Limapuluh Kota itu sendiri.

Adapun akun Facebook yang bernama Aat Guguak, saat dihubungi awak media pada Selasa (28/9) kemaren, membenarkan jika srensoat yang dia unggah itu diduga kuat merukan Wakil Bupati Limapuluh Kota RKN sendiri, tuturnya. Bahkan @ Aat Guguak, siap memberikan bukti serta data valid jika ada yang menggugat unggahnnya tersebut, paparnya kepada awak media.

Sementara itu, terkait terjadinya dugaan kisruh Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota dengan ditandai “retaknya” hubungan Bupati dan Wakil Bupati, sangat disayangkan banyak orang.

Masyarakat menilai dengan kisruh dan retaknya hubungan duo Kepala Daerah itu, akan berpengaru dengan rusaknya jalan roda pemerintahan yang berujung merugikan masyarakat Limapuluh Kota.

Warga Limapuluh Kota mengaku merasa rugi dengan biaya yang telah dikeluarkan saat Pilkada mencapai Ratusan Milyar Rupiah untuk memilih pemimpin, jika pada akhirnya masih seumur jagung usia pemerintahan mereka berdua namun terindikasi meretak, serta berpotensi merugikan bagi pembangunan daerah, ungkap mereka.

Untuk itu warga berharap agar isu serta rumor konflik yang terjadi antara Bupati dengan Wakilnya segera diakhiri. Terkait adanya pertemuan Duo Kepala Daerah pada Rabu malam di rumah dinas Bupati yang diduga sebagai konsolidasi hubungan yang terindikasi meretak, agar kembali membaik sehingga bisa secara bersama sama membangun daerah, harap mereka. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here