Inilah Fokus Utama dan Strategi Pembangunan SAFARI dalam Membangun Limapuluh Kota

SUMBARTIME.COM-Dalam dokumen visi misinya, pasangan calon Safaruddin-Rizki (SAFARI) telah menjelaskan apa saja yang menjadi prioritas, fokus utama, dan strateginya, dalam membangun Limapuluh Kota.

Untuk memberikan arahan terhadap pembangunan yang dilakukan setiap tahunnya perlu ditetapkan fokus utama pembangunan daerah, antara lain :

Iklan

1. Penyelesaian fondasi dasar Pembangunan IKK Sarilamak.

2. Pengembalian fungsi kawasan yang berkelanjutan sesuai dengan peraturan yang ada.

3. Peningkatan peran limbago adat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

4. Pembangunan kawasan-kawasan pinggiran, strategis dan cepat tumbuh dalam rangka pemerataan pembangunan.

5. Peningkatan jumlah pintu gerbang (akses) masuk dan keluar baik antar daerah maupun antar provinsi.

6. Peningkatan kuantitas dan kualitas jalan sebagai urat nadi kehidupan.

7. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana lembaga pendidikan.

8. Pengembangan daerah tujuan wisata utama dan wisata pendukung lainnya.

9. Menciptakan peluang-peluang usaha baru di sektor pertanian, peternakan dan pariwisata.

10. Pemanfaatan lahan terlantar menjadi lahan produktif.

Strategi pembangunan merupakan cara atau metode untuk merealisasikan pencapaian misi-misi yang ditetapkan. Adapun strategi pembangunan yang akan dilaksanakan SAFARI adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

2. Pemindahan objek-objek vital Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dari Kota Payakumbuh ke IKK Sarilamak.

3. Penataan produk-produk hukum daerah yang memayungi percepatan pembangunan daerah.

4. Menjalin komunikasi yang intensif antar pemerintahan baik ke atas dan kebawah untuk meningkatkan sumber-sumber keuangan untuk pembangunan.

5. Melakukan penataan birokrasi yang efisien dan efektif sehingga tidak membebani keuangan daerah.

6. Optimalisasi teknologi komunikasi dan informasi dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan.

7. Mendorong investasi dalam pengolahan pasca panen sehingga harga-harga komoditas inti daerah menjadi lebih bernilai.

8. Meningkatkan kemitraan antara petani dan pengusaha yang saling menguntungkan.

9. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi dalam penciptaan teknologi tepat guna khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

10. Meningkatkan peran serta niniak mamak dan tokoh masyarakat dalam penyelesaian masalah sako pusako dan sangsako serta pemanfaatan tanah ulayat.

11. Mendorong limbago adat nagari untuk menyusun tambo adat masing-masing.

12. Peningkatan layanan pendidikan, yang mana antara lain dengan meningkatkan jumlah fasilitas pendidikan yang tersebar secara merata dan mencakup seluruh wilayah.

13. Peningkatan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

14. Penerapan adat dan budaya pada kehidupan masyarakat dengan pelestarian budaya, adat istiadat dan tradisi lokal sebagai bentuk kepribadian masyarakat.

15. Peningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat dengan peningkatan pemenuhan layanan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), serta upaya pengentasan masalah kesejahteraan sosial.(rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here