Ini Secuil Kisah Istri dari Pengusaha Tepung Asal Pekanbaru yang Diduga Menjadi Korban Pembunuhan

Elsa dan suaminya yang menjadi koban pembunuhan

SUMBARTIME.COM-Penemuan mayat pria di kawasan Tapung Kampar yang kemudian dipastikan adalah Syamsul Bahri (39) penguasaha Tepung asal Pekanbaru tersebut, jenazahnya dikuburkan pada Selasa (25/2) malam.

Syamsul Bahri yang ditemukan oleh warga dalam kondisi nyaris telanjang dan hanya memakai celana dalam, serta sulit dikenali karena wajahnya hancur, diduga merupakan korban pembunuhan oleh orang tak dikenal.

Menurut Polresta Pekanbaru, pihaknya masih mengumpulkan bukti serta saksi yang mengarah kepada identitas pelaku, terkait tewasnya korban yang diduga akibat mendapatkan tindakan kekerasan.

Sementara itu, ada secuil kisah detik detik menjelang korban menghilang dan kemudian ditemukan oleh warga dalam kondisi tragis tidak bernyawa.

Menurut istri korban Elsa Mega Firman (36) saat ditemui di Rs Bhayangkara Polda Riau, Senin (24/2), kepada para awak media dirinya memastikan jika mayat yang ditemukan di kawasan Tapung tersebut adalah suaminya.

Dia mengenali berdasarkan ciri ciri fisik serta celana dalam yang dipakai oleh suaminya saat terakhir bertemu pada Kamis (20/2) pagi kemarin.

Elsa mengungkapkan jika menjelang suaminya menghilang, dirinya sempat berkomunikasi dengan korban pada Kamis sore hari. Berawal saat karyawan yang berada di gudang tepung datang ke rumah mengatakan jika saja dia ditelepon oleh korban agar menyerahkan mobil jika ada yang menjemput.

Karena penasaran, Elsa menghubungi korban untuk memastikan jika ada perintah dari korban menyerahkan mobil jika ada orang yang datang menjemput.

Awalnya sempat 4 kali dirinya menghubungi korban melalui ponsel. Namun tak diangkat oleh korban. Barulah pada panggilan yang ke 5 kalinya korban mengangkat dan menjawab telepon darinya. Saat ditelepon korban membenarkan dan meminta menyerahkan mobil bersama STNK nya untuk bawa tepung jika ada yang datang menjemput.

Saat itu Elsa sempat bertanya tentang keberadaan korban. Namun korban tak menjelaskan secara pasti dimana keberadaannya. Hal tersebut membuat perasaan Elsa tidak nyaman dan menduga ada sesuatu yang terjadi terhadap korban.

“Saat bicara di telepon suaranya (korban) seperti tertekan. Biasanya jika ditanya selalu menjawab dengan rinci,” ungkapnya.

Namun korban hanya sempat saat itu mengatakan nanti jika sudah pulang ke rumah korban akan cerita tentang apa yang terjadi. Sejurus kemudian telepon dimatikan, timpalnya lagi.

Tak lama kemudian datang sebuah mobil penjemput tepung ke gudang yang hendak akan diantarkan ke daerah Solok, lanjut Elsa lagi. Saat itulah muncul seseorang tak dikenal dengan tubuh bertato dan tampang cukup menyeramkan.

Awalnya dirinya menyangka orang tersebut merupakan kernet mobil yang datang dikarenakan ikut membantu menaikan tepung ke atas kendaraan. Namun ketika mobil telah selesai memuat tepung dan pergi, pria tak dikenal tersebut menghampiri Elsa dan mengatakan jika dia datang untuk menjemput mobil seperti yang diperintahkan korban.

Akan tetapi karena merasa ragu, dirinya meminta seseorang tersebut untuk menunggu. Selanjutnya Elsa masuk ke dalam rumah dan kembali menghubungi korban. Saat dihubungi itulah dengan nada meninggi korban meminta agar dirinya menyerahkan saja mobil yang dijemput seseorang tersebut.

Namun ketika kembali menuju luar rumah, Elsa sudah tidak menemukan lagi seseorang yang akan menjemput mobil itu berada di seputaran kediamannya. Hingga malamnya, Elsa kembali mencoba menghubungi korban, namun tak pernah diangkat lagi.

Pada Jumat (21/2) siangnya, usai melaporkan kehilangan korban ke polisi, dirinya kaget mendapatkan laporan jika mobil jenis Isuzu Phanter yang dibawa korban ditemukan sudah hangus terbakar di kawasan Rantau Barangin.

Senin (24/2) kembali dia kaget ketika kakak iparnya memberitahukan tentang ditemukannya seseosok mayat di kawasan Tapung. Ketika dia mendatangi Rs Bhayangkara Polda dan ketika melihat sesosok mayat tersebut, dia yakin serta memastikanelsa jika itu adalah suaminya yang menjadi korban pembunuhan, papar Elsa dengan isak tangis. (kr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here