Informasi Dugaan Penculikan Anak di Taeh Baruah Limapuluh Kota Hoax, Begini Kata Polisi

gambar ilustrasi penculikan anak

SUMBARTIME.COM-Beredar dan viralnya informasi yang menyebutkan telah terjadi peristiwa dugaan penculikan anak di kawasan Nagari Taeh Baruah, Kabupaten Limapuluh Kota, dalam dua hari belakangan ini ternyata adalah hoax.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, melalui Kapolsek Payakumbuh Iptu Imam Teguh, kepada awak media, Senin (13/12) siang.

Iklan

Menurutnya adanya informasi yang tersebar di sosial media, terkhususnya Facebook yang menyebutkan telah diamankan seorang wanita inisial MS (35) asal Taruko Jorong Sutijo Desa Koto Gadang Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam karena diduga telah melakukan upaya percobaan penculikan anak anak, di kawasan Taeh Baruah, Kabupaten Limapuluh Kota, tidak benar.

Ironisnya informasi salah tersebut justru terlanjur disebarkan oleh warganet di medsos, sehingga sempat menimbulkan kehebohan di tengah tengah masyarakat.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, jika wanita yang terlanjur viral di sosial media dengan inisial MS tersebut merupakan seorang yang sedang dalam kondisi mengalami goncangan kejiwaan atau orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Awalnya MS yang datang ke kawasan Pasar Taeh Baruah. Saat berada di sekitaran lokasi, dirinya meminta kepada salah satu warga untuk diantarkan mencari seseorang di sebuah Mesjid.

Namun saat berada dibocengan warga, MS meminta untuk diantarkan ke arah lain. Kontan saja warga yang mengantar MS dan diketahui masih berstatus pelajar itu menjadi cemas serta timbul keraguan dalam dirinya melihat gerak gerik MS yang berlaku aneh.

Selanjutnya oleh warga, MS diturunkan di kawasan Mesjid Nurul Falah. Di lokasi tersebut, MS pun menunjukan gerak gerik aneh yang menimbulkan kecurigaan dari masyarakat sekitar. Sesaat kemudian berembus isu di tengah masyarakat jika MS diketahui merupakan terduga pelaku penculikan anak, sehingga warga berdatangan ke lokasi.

Polisi yang mendapatkan informasi yang sama, langsung meluncur ke lokasi dan mengamankan MS dari kerumunan warga.

Saat dintrograsi awal, banyak perkataan yang keluar dari MS yang melantur dan aneh aneh. Aparat yang menduga ada kelainan jiwa terhadap yang bersangkutan langsung memeriksa isi tas yang dibawanya.

Di dalam tas tersebut polisi hanya menemukan beberapa potongan pakaian serta alat perlengkapan mandi. Setelah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya unsur yang mengarah pada aksi percobaan penculikan anak, MS kemudian dilepaskan dan dipulangkan.

Akan tetapi beberapa waktu kemudian ramai serta viral beredar foto foto MS yang diberi caption terduga pelaku penculikan anak, sehingga sempat membuat warga resah terkait informasi sesat tersebut.

Atas informasi salah yang terlanjur menyebar serta viral di sosmed itulah Imam meminta warga untuk cerdas bermedsos. Menurutnya sebelum memposting dan mengunggah dimedia sosial terkait sebuah informasi, dirinya meminta agar warga mengetahui dengan pasti sumber informasi dan kebenarannya.

“Pastikan dulu sumber serta kebenarannya. Jangan karena ingin viral apa yang belum diketahui kebenarannya sudah diunggah ke sosmed,” tuturnya.

Akibat dari unggahan yang salah informasi itu, menyebabkan objek yang diviralkan merasa dirugikan dan dizholimi. Untuk itu Kapolsek Payakumbuh tersebut ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa yang dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dengan info hoax, tutupnya menjelaskan. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here