Imbas Audiensi DPRD dengan HMI Bukittinggi, IMM: Masalahnya Bukan Debat Panas, Tapi Isu Ditunggangi

Adi Jumanda (Ketua IMM Bukittinggi)

SUMBARTIME.COM, BUKITTINGGI– Polemik antara DPRD Bukittinggi dengan HMI Cabang Bukittinggi, berujung dengan komentar-komentar panas dari netizen di media sosial.

Iklan

Adapun komentar-komentar tersebut ada yang melenceng dan mengeneralisir mahasiswa dan organisasi mahasiswa. Ketua IMM ( Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Cabang Bukittinggi, Adi Jumanda, merespon hal ini dan dengan cepat melayangkan surat penyataan terbuka.

Menurut Adi Jumanda, persoalan audiensi antara DPRD dan HMI Bukittinggi itu mutlak dari mereka sendiri. “Sangat disayangkan hal ini terjadi, karena berdampak juga kepada organisasi mahasiswa lainnya.

“ komentar-komentar di media sosial banyak mengeneralisir, dan menyamakan mahasiswa dan organisasi mahasiswa, ada yang bilang mahasiswa huru hara, mahasiswa tidak intelek dan sebagainya”, ujar Adi Jumanda

Berita Terkait : Pasca Audiensi Panas DPRD Bukittinggi dengan HMI Bukittinggi Alwi : “Sulit Mengatakan Posisi HMI Masih Netral”

Sorotan Praktisi Hukum Atas Pertemuan DPRD Bukittinggi Dengan Mahasiswa Diduga Gerakan Mahasiswa Ke DPRD Perlemah Perwako 40/41

Adi Jumanda menambahkan bahwa, harus ada batasan dalam masalah tersebut, jika HMI yang bermasalah, jangan dibawa-bawa mahasiswa atau organisasi mahasiswa lainnya. Ia menambahkan, bahwa persoalan ini menjadi lebar karena ada indikasi keberpihakan dan kepentingan politis dari kegiatan HMI tersebut.

“ Jujur, Kami kena imbas, IMM tidak pernah terlibat dalam urusan HMI ke DPRD, memang sebelumnya kami pernah bergabung, itupun dalam konteks nasional terkait UU Omnibus Law, jika ada asumsi masyarakat yang berkaitan dengan isu-isu demo HMI, yang menyeret nama Walikota Bukittinggi (Erman Safar,SH) , itu juga bukan urusan Kami” tegas Adi Jumanda.

Sebagai organisasi mahasiswa, Adi Jumanda menegaskan bahwa IMM dari awal tidak terlibat sama sekali, apalagi mengkoreksi kinerja DPRD. IMM berpandangan bahwa saat ini ada isu politis yang sangat sensitif ditengah masyarakat Bukittinggi.

“ Integritas dan netralitas perlu dijaga, Kami tidak mau menjadi bamper dalam dukungan politis terhadap seseorang atau kelompok, asumsi inilah yang menjadi persoalan pada HMI, bukan karena debat panas yang terjadi. Ketika kita memberi kesan keberpihakan, maka disitulah masyarakat menilai posisi kita dan bahkan akan menjadi stigma.” lanjut Adi Jumanda

Untuk itulah, IMM membuat pernyataan terbuka, untuk disampaikan kepada publik, agar dapat memberi batasan agar tidak mengeneralisir. “Kami memantau, melihat dan menganalisa setiap apa yang akan Kami lakukan, Kami selalu bertanya kepada senior, tokoh dan para ahli terhadap gerakan-gerakan yang akan Kami lakukan, agar tidak terjebak dalam kepentingan politis yang membawa dampak buruk, untuk itulah Kita gunanya berorganisasi,” tambah Adi Jumanda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here