IKM Dilatih Kendalikan Mutu Produk, Imbangi Daya Saing Pasar

Payakumbuh, sumbartime.com —Meningkatkan pengetahuan pemilik dan pengusaha Industri Kecil dan menengah yang ada di Kota Payakumbuh terkait kendali mutu dan pemenuhan standar kemasan sesuai permintaan pasar. Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian yang saat ini dipimpim H Depi Sastra bersama jajarannya memberikan sosialisasi penerapan Gugus Kendali Mutu (GKM) dan Good Manufacturing Practices (GMP) di Hotel Flamboyan, Jalan Rasuna Said Payakumbuh.

Iklan

Sosialisasi yang berlangsung sejak 23 hingga 24 Mei 2017 itu diikuti 25 IKM yang tersebar di Kota Payakumbuh. Sosialisasi ini menghadirkan nara sumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama BP POM Provinsi Sumatera Barat. Kepala Disnaker dan Perindustrian Depi Sastra memaparkan, akan pentingnya pengusaha IKM Payakumbuh akan mutu produk. Pencapaian mutu produk tak terlepas dari proses pengolahan dan keamanan, sehingga tercapai persyaratan hukum dan sesuai dengan Title 21 dan yang telah ditetapkan organisasi dunia melalui WHO, serta label halal dalam ajaran agama islam.

“Kedua sistem ini harus dilalui IKM, walau secara perlahan, dalam rangka peningkatan mutu produksi, karena produk yang kita hasilkan selanjutnya akan dimanfaatkan oleh konsumen. Unsur diatas adalah standar umum yang harus diterapkan di dunia IKM, menerapkan sistem Hygiene and Sanitation pada GMP, akan memberikan keyakinan dan manfaat dalam usaha industri makanan dan usaha kemasan, serta kepercayaan konsumen sangat mahal dan perlu kita pelihara,” papar Depi Sastra.

Di hari pertama, Kepala Disperindag diwakili ketua Klinik Konsultasi IKM yang sekaligus membidangi HKI, H Fahmi, memaparkan materi terkait GKM dalam rangka Pembinaan IKM untuk Memperkuat Jaringan Klater Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian. Kepada peserta Fahmi memaparkan sebab seseorang menjadi pengusaha IKM. Kalau kita sudah jalani perankan pengusaha, mau tak mau kita harus jalani semua mekanismenya, niat suci, disiplin kerja keras dan kerjasama adalah kunci keberhasilan.

“Walau penuh tantangan, namun kita harus miliki jiwa keterbukaan. Dalam memasuki pasar modern dengan tidak mengesampingkan pasar tradisoanal, kita harus memahami tujuan yang mesti dicapai, memahami standarisasi pasar, memahami mutu barang, mutu waktu dan mutu keamanan. Disamping itu kita juga harus memahami metode pemecahan dan penyebab masalah,” ujarnya.

Fahmi juga memaparkan Metode Delta 8 langkah dan 7 alat dan GKM Metode 3.P (Percepata Peningkatan Produktifitas) GKM ELMA (Enam langkah empat alat) dan GKM PALDA (Empat langkah dua alat), yaitu metode yang terkait dengan Gugus Kendali Mutu yang harus dipelajari dan sering diterapkan dalam dunia IKM.

Di hari kedua Rabu (24/05), Asrianto, dari BP POM Sumatera Barat memaparkan aspek Good Manufacturing Practices (GMP). Di negara maju sudah ada yang namanya kawasan industri yang spesifikasi, baik industri sayur, buah-buahan, kuliner, peralatan mesin dan furniture. Mereka sudah melokalisasinya dengan managemen yang terpadu, dan kita saat ini baru mau mengarah ke sana, ucap Asrianto.

Terkait GMP di dunia IKM, kita tak terlepas dari pengendalian proses pembuatan yang sehat dan memenuhi standar pasar. Kita harus berpatokan dan memegang teguh nilai spesifik produk IKM yang kita hasilkan. Pentingnya K3 yang terkait dengan sanitasi, yang kerap berbaur dengan limbah usaha. Kita mesti bijak dalam memenejnya, dimana harus di buang sampah, dimana harus dibuang limbah cucian, terhindar dari bau menyengat, memiliki standar suhu yang sesuai aturan.

Pemilihan aspek kemasan yang baik dan hygienis sangat mempengaruhi mata konsumen, kita tidak boleh memilih secara asal jadi, kita mesti mengetahui bahannya terbuat dari apa, apakah sebuah kemasan dari karton akan tahan lembab dan sebagainya. Sehingga disaat tim monitoring evaluasi dari insatnsi terkait datang mencek kelayakan, kita bisa penuhi standar-standar yang telah ditetapkan,” simpul Asrianto.

Selama 2 hari mengikuti pelatihan, para peserta telah menerima banyak ilmu yang disampaikan para pemateri termasuk kopian materi yang akan dipelajari lebih lanjut di tempat IKM.
Dalam menutup kegiatan sosialisasi GKM dan GMP, Kepala Disnaker dan Perindustrian diwakili Kabid Perindustrian, M. Faizal mengharapkan peserta yang telah mengikuti pelatihan ini, untuk dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan, agar tidak terkesan sia-sia. (prima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here