ICBS Harau, Kampung Penghafal Alqur’an di Limapuluh Kota

Ustadz Abdul Somad bersama Pimpinan ICBS KH. Ahmad Maududi di kampus ICBS Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, 21 Desember 2017 lalu

Sumbartime-Suasana yang penuh dengan kesejukan. Itulah kesan ketika berkunjung ke kampus Insan Cendekia Boarding School (ICBS) di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Selain sejuk karena udaranya dan pemandangannya, hati juga terasa sejuk melihat para siswa yang rapi dan tertib dalam menghafal Alqur’an. Lengkap sudah, sejuk lahir dan batin.

ICBS Harau merupakan kampus ketiga ICBS yang terdiri dari dua lembaga yakni SMP IT Insan Cendekia dan SMA IT Insan Cendekia. Kampus pertama ada di Padang Kaduduak untuk siswa putra yang dinamakan Komplek Al-Azhar dan kampus kedua di Lampasi untuk siswi putri dengan nama Ummul Qura. Sedangkan kampus di Lembah Harau dinamakan Qoriatul Hafazah yang berarti Kampung Penghafal Alqur’an.

Iklan

ICBS Harau diresmikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi pada pertengahan 2016 lalu. Berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 6,5 Hektar merupakan wakaf dari pengusaha yang juga pembina Yayasan Insan Cendekia Darwizal Jalil yang akrab dipanggil Haji Cai.

“Alhamdulillah, pada lahan tersebut kami juga mendapatkan bantuan berupa 85 unit rumah dari World Assembly of Muslim Youth (WAMY). Rumah-rumah tersebut digunakan siswa kami untuk menghafal Alqur’an,” ujar Pimpinan Pesantren ICBS KH. Ahmad Maududi.

Ia menambahkan ke depan juga dibangun home stay untuk masyarakat dan pelajar-pelajar lain agar bisa juga menghafal Qur’an dengan sistem karantina tahfidz. Sehingga terbentuk masyarakat yang qur’ani dan dekat dengan nilai-nilai ilahi.

Salah satu pengajar Pesantren ICBS, Ustadz Okta Veldi mengatakan di ICBS Harau memang ditekankan agar siswa menjadi seorang penghafal Qur’an (hafiz). Namun program menghafal Qur’an (tahfiz) juga diiringi dengan program Tilawah yang dibina oleh Ustadz Ihsan Nuzula, Juara MTQ Nasional. Tahfiz siswa diupayakan ada sanadnya. Bahkan Qira’ah Sab’ah juga diajarkan di ICBS Harau.

“Semoga lulusan ICBS, bisa menjalani profesi apapun itu. Kalau jadi tentara, maka ia tentara yang hafiz Qur’an, kalau jadi polisi, maka ia menjadi polisi yang hafiz Qur’an dan bahkan jadi presiden yang Hafiz Qur’an,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Insan Cendekia Mustafa mengatakan pendidikan di ICBS, juga tak melulu pendidikan agama. ICBS selain sebagai sekolah akhlak dan sekolah Qur’an, juga merupakan sekolah bahasa dan sekolah teknologi. Pada intinya seimbang antara dunia dan akhirat.

“Kami paham dengan pepatah, kuasailah bahasa maka kamu akan menguasai dunia.Oleh karena itu di asrama, para siswa sehari-hari biasa berbicara dengan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Mereka pun mahir berbahasa sehingga siswa ICBS menjadi juara satu lomba debat bahasa Inggris se-Kota Payakumbuh,” tutur Mustafa.

Mustafa menyampaikan di ICBS juga ada kegiatan ekstra teknologi multimedia yang mampu menghantarkan siswanya menjadi juara pada olimpiade film pendek di Bandung beberapa waktu yang lalu. Jadi, Sekolah karakter, sekolah Qur’an, sekolah bahasa, dan sekolah teknologi, semuanya berbasis pada SOP (Standart Operating Procedure) yang detail. Semuanya dimulai dengan pembiasaan sesuai dengan ajaran Islam sehingga pendidikan dengan metode sangsi seperti pesantren tradisional bisa dihindari.

“Selain sebagai tempat pendidikan, keberadaan ICBS Harau juga menjadi wisata religi yang mendatangkan income bagi masyarakat di sekitar pesantren. Sekaligus untuk mendukung salah satu program unggulan Pemkab, Harau Menuju Dunia,” pungkasnya.

Ketika Ustadz Abdul Somad berkunjung ke ICBS Harau Desember 2017 lalu, ia mengatakan bersyukur bisa berkunjung ke Ponpes ICBS Harau dengan pemandangan yang sangat indah dan alamnya yang cantik. Suasananya tenang dan tentram sangat kondusif untuk menghafal Al-qur’an.

“Alhamdulillah, Almukarram Ustadz Ahmad Maududi, sahabat yang dulu di Mesir satu rumah dan satu fakultas, sekarang sudah jadi kiyai. Andai anak saya besar akan saya kirim sekolah di sini. Bukan karena kami satu almamater, namun karena kualitas dan disiplin pendidikannya yang luar biasa,” ujarnya. (ntm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here