Sumbartime – BBPOM di Padang telah melakukan pemeriksaan terhadap 338 sampel takjil pabukoan selama Ramadan 1445 H. Pengambilan sampel dilakukan di 14 lokasi yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, Kota Solok, Kota Padang Panjang, dan lainnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 338 sampel yang diperiksa, terdapat 3 sampel takjil yang mengandung bahan berbahaya.
Abdul Rahim, Kepala BBPOM di Padang, menyampaikan bahwa proses pemeriksaan telah dilakukan sejak 4 Maret 2024. Menurutnya, 3 sampel takjil tersebut tidak memenuhi persyaratan karena mengandung bahan kimia berbahaya.
“Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kualitas dan keamanan makanan selama bulan Ramadan, khususnya takjil yang menjadi konsumsi umum,”ujarnya.
Ketika menyampaikan hasil razia ini, Abdul Rahim juga mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih dan mengonsumsi takjil.
“Kehadiran BBPOM di Padang dalam melakukan razia ini menjadi langkah preventif untuk memastikan bahwa takjil yang beredar aman dan tidak mengandung bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan konsumen,”lanjutnya.
Dengan temuan adanya takjil yang mengandung zat berbahaya, diharapkan pihak terkait segera mengambil tindakan untuk menarik produk tersebut dari peredaran dan mengingatkan para produsen untuk lebih memperhatikan kualitas bahan yang digunakan.
Langkah-langkah ini penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan konsumen, terutama selama bulan Ramadan yang merupakan bulan penuh berkah bagi umat Muslim.(R)





















