Sumbartime.com,- Riza Falepi, mantan Wali Kota Payakumbuh dan alumnus Elektro ITB, menyoroti permasalahan sistem teknologi informasi (IT) yang belakangan menghantui Pemerintah Kota Payakumbuh. Menurutnya, persoalan IT di setiap pemerintah daerah di Indonesia umumnya melibatkan dua aspek krusial: biaya dan profesionalisme.
Riza menjelaskan bahwa beberapa pemda memiliki anggaran besar untuk IT, yang seringkali melebihi Rp10 miliar, sehingga mereka dapat membangun infrastruktur dan layanan IT yang memadai serta mendapatkan penghargaan. Namun, kebanyakan pemda di Indonesia memiliki anggaran IT yang terbatas, seperti halnya Payakumbuh.
Anggaran IT Pemko Payakumbuh selalu di bawah Rp5 juta per tahun, yang dianggap kecil untuk membangun infrastruktur secara menyeluruh. Meskipun demikian, Riza berhasil membangun infrastruktur IT bertahap selama 10 tahun dengan kemampuan dan koordinasi yang layak.
Sebagai contoh, server dan pusat data milik Pemko Payakumbuh hanya berharga Rp300 juta, jauh lebih kecil dibandingkan dengan investasi Rp15 miliar yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung di masa kepemimpinan Ridwan Kamil. Riza juga menekankan pentingnya layanan internet yang stabil dalam operasional sistem IT, namun belakangan ini Pemko Payakumbuh mengalami gangguan layanan.
Riza mengkritisi perubahan penyedia layanan internet dari Telkom ke penyedia lain tanpa pengetahuan yang cukup tentang kemampuannya. Ia juga mengingatkan akan pentingnya Service Level Agreement (SLA) dalam pembelian bandwidth internet, yang menjamin tingkat layanan yang konsisten.
Riza menyoroti potensi modus korupsi dalam pembelian layanan internet dengan menawarkan kapasitas tertentu namun pada kenyataannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Meskipun demikian, Riza menegaskan bahwa selama kepemimpinannya, tidak ada masalah besar dalam sistem IT karena dilakukan dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi.
Namun, situasi saat ini telah berubah drastis, dengan banyak pegawai yang terpaksa menggunakan paket internet pribadi untuk menjalankan tugas-tugas mereka karena gangguan yang terjadi pada sistem IT Pemko Payakumbuh.
Hingga berita ini diterbitkan, PJ Payakumbuh Jazman Rizal belum memberikan tanggapan terkait masalah ini.(*)





















