Ferizal Ridwan, Wakil Bupati Atau EO ?

Ferizal Ridwan Wakil Bupati Limapuluh Kota

SumbartimeLimapuluh Kota-Saking banyaknya kegiatan acara yang dibuat oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, dimulai dari Gelar Budaya Raja raja Nusantara, hingga Pekan Budaya Limapuluh Kota, membuat dirinya dinilai sebagian kalangan lebih cocok menjadi Pengelola EO (Event Organizer) dari pada menjadi Kepala Daerah.

Kalangan menilai jika Wakil Bupati tersebut harusnya bukan menjadi Wakil Bupati, melainkan lebih cocok sebagai pengelola bisnis jasa pengelolaan event, ujar mereka. Hal itu dikatakan oleh salah seorang aktifis LSM Yudilfan Habib. Menurutnya Ferizal Ridwan lebih senang mengurus kegiatan acara daripada sibuk ngurusi rakyatnya.

Iklan

Padahal banyak persoalan yang tumpang tindih terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, seperti banyaknya proyek proyek yang terbengkalai dan masih butuh pengawasan dari Pemkab, seperti Proyek jalan Sungai Naniang, dan perbaikan jalan ke kawasan Kubang Balambak. Sementra sistem infrastruktur Ibukota Kabupaten yang kacau balau tidak pernah menjadi prioritas olehnya sebagai Koordinator pengawasan pembangunan dan pemerintahan, tuding Habib.

Seharusnya sebagai Kepala Daerah yang bertugas mengawasi roda pembangunan, sudah sepatutnya itu yang lebih diutamakan dari pada terjun dan fokus pada kegiatan acara semata, papar Yudilfan Habib. Namun Ironis Ferizal Ridwan lebih tertarik membahas kegiatan kegiatan yang belum tentu bermanfaat dan berdampak langsung kepada masyarakat akar rumput, sentilnya lagi.

Bahkan saking getolnya Wakil Bupati Limapuluh Kota menggelar kegiatan acara yang dinilai hanya sebagai seremonial belaka dan menghambur hamburkan anggaran, di dalam dunia sosmed warganet mengkritik dan menyentil wabup dengan mengatakan bagusnya acar Gelar Budaya Raja Raja Nusantara itu bagusnya dihilangkan saja dan dananya  dipergunakan untuk perbaikan jalan jalan yang rusak di Limapuluh Kota, tulis akun yang bernama @Desmar Ayudi.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan saat dihubungi Rabu (21/03) sore terkait klarifikasi tudingan dirinya lebih cocok menjadi pengelola EO dari pada Kepala Daerah, menjawab dengan mengatakan seharusnya warga jangan hanya melihat dari sudut pandang negatif mereka.

Artinya menurut Ferizal Ridwan kegiatan yang dia lakukan selama ini di Kabupaten Limapuluh Kota tak lain untuk memperkenalkan daerah tersebut kepada Investor melalui kebudayaan dan seni, paparnya.

Sebab target pemasukan daerah yang paling berpotensi adalah bidang Pariwisata ujarnya lagi. Terkait soal Pekanbudaya, itu merupakan sudah menjadi agenda Tahunan Kabupaten Limapuluh Kota. Cuman kita akui kita harus tetap meningkatkan bobot, maupun daya jangkaunya, sehingga kegiatan kita ini bisa profesional dan berdampak bagi masyarakat Kabupaten.

Jadi kurang tepat dan tidak Elegan jika kita menilainya pada saat ini, namun tunggulah beberapa tahun kedepan, pungkas Ferizal Ridwan menyebutkan. (aa)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here