Aksi damai Berubah Menjadi Bentrokan, Sedikitnya 7 Warga Mengalami Luka Luka

Bentrok warga dengan aparat terjadi saat demo penolakan proyek

SumbartimeKabupaten Solok-Sedikitnya 7 orang warga mengalami luka luka akibat bentrok yang terjadi masyarakat Gunung Talang, Kabupaten Solok dengan aparat keamanan Rabu (21/03) siang.

Insiden itu terjadi saat warga menggelar aksi damai menolak pembangunan proyek geothermal milik PT Hitay Daya Energi di kawasan Gunung Talang Kabupaten Solok. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, bentrok bermula saat warga menghadang pihak perusahaan pembangunan geothermal yang dikawal puluhan aparat memaksa masuk ke kawasan pembangunan yang diklaim sebagai lahan milik peladangan dan pertanian masyarakat.

Iklan

Dalam aksi yang semula damai, tiba tiba berubah menjadi kacau dan saat terjadi aksi saling kejar dan saling pukul antar warga dengan puluhan pihak keamanan. Disebutkan saat aparat masuk ke lokasi mengawal pihak perusahaan, tiba tiba dari arah warga terlihat lemparan beberapa potong kayu serta batu.

Akibatnya 2 Pria, 3 Wanita dan 2 anak anak menjadi korban luka luka saat bentrokan tersebut terjadi. Bahkan dua orang yang mengalami luka serius segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. 3 anggota mereka juga mengalami luka luka yang serius akibat menderita lemparan kayu serta batu dan dilarikan ke RSUD Arosuka.

Dalam siaran rilisnya, WALHI Sumbar menjelaskan bentrok itu terjadi dari persoalan yang berlarut dari permasalahan tersebut. Seharusnya, menurutnya lagi, bentrok tersebut bisa dihindari jika  masing masing pihak bisa menahan diri dan menghormati langkah konsolidasi yang sedang berjalan, papar mereka.

Menurut Walhi Sumbar, aksi warga itu bentuk dari penolakan terhadap proyek geothermal lantaran pihak perusahaan PT Hitay Daya Energi dianggap menyerobot ladang pertanian mereka. (GIA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here