Edaran Surat Walikota Payakumbuh Diduga Telah Dicoreng Para Pemilik Toko Besar

masih ditemukan dugaan aktifitas menerima pengunjung

SUMBARTIME.COM-Dalam masa penutupan pasar Pusat Pasar Pertokoan Payakumbuh selama 3 hari (23 hingga 25 Mai 2020) serta di beberapa kawasan titik lokasi masih terjadi pembangkangan yang dilakukan oleh para pengusaha pemilik toko maupun gerai.

Jika di pusat Pertokoan pasar Payakumbuh baik di Blok Barat maupun Blok Timur, semua toko serta aktifitas jual beli ditutup. Tak ada satupun pedagang yang biasa berjualan di lokasi tersebut membuka toko mereka selama masa penutupan. Fenomena ini menandakan para pedagang di pasar Payakumbuh menghormati aturan telah disepakati secara bersama sama.

Namun berbeda halnya dengan para pemilik usaha yang berdagang di sekitaran Jalan Soekarno Hatta. Dari pantauan awak media, pada Senin 25 Mai 2020, malam hari, pukul 20.00 WIB, masih ditemukan beberapa gerai ataupun ritel yang diduga masih melayani pengunjung dalam aktifitas berjual beli.

Dimulai dari Toko Budiman, dan disebelahnya CFC, masih ditemukan adanya dugaan jual beli dan menerima pengunjung. Selanjutnya di Toko Mulia Dept Store hingga KFC Simpang Telkom masih ditemukan adanya dugaan aktifitas perdagangan di lokasi mereka masing masing.

Fenoma ini jelas menimbulkan preseden buruk terkait adanya edaran surat Walikota Payakumbuh bernomor 35 GTPP-Covid-19/V-2020, tentang Penutupan Toko/Kios di kawasan Pasar Kota Payakumbuh yang berlaku tanggal 23 Mei s.d 25 Mei 2020 dalam rangka Percepatan Pemutusan Mata Rantai Penyebaran dan Pencegahan Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kota Payakumbuh.

Hal tersebut menurut salah satu pengamat sosial masyarakat Setia Budi, mengatakan masih adanya toko/ gerai yang masih membuka usaha mereka ditengah edaran surat Walikota dan kesepakatan Pemko dengan Pedagang Pasar Payakumbuh jelas masih belum efektifnya surat edaran tersebut di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlangsung, ujarnya.

Menurut Setia Budi lagi jika ingin pandemi Covid 19 ini cepat selesai, semua harus sepakat disiplin melaksanakannya. Disamping itu, timpalnya lagi, Para pengusaha besar tersebut harus menjag rasa keadilan agar tidak timbulnya kecemburan sosial bagi pedagang lainya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang biasa beraktifitas di pusat pertokoan Payakumbuh yang namanya enggan untuk ditulis, terkait masih adanya pengusaha yang melanggar kesepakatan bersama tersebut menilai kewibawaan surat edaran Walikota Payakumbuh telah tercoreng akibat ulah para pemain besar tersebut, ujarnya.

“Kami para pedagang kecil sepakat untuk tidak membuka toko demi mematuhi surat edaran yang telah disepakati,” tegasnya.

Untuk itu tuturnya lagi, Pemko harus bertegas tegas memberikan sanksi kepada para pemilik toko besar tersebut yang diduga telah melanggar himbuan dari pemerintah, tutupnya mengatakan. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here