Payakumbuh –Dua warga asal Payakumbuh menjadi korban keganasan banjir bandang yang terjadi di kawasan Jembatan Kembar, Batas Kota Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat. Kejadian ini menewaskan tujuh orang, yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, tepatnya di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada Kamis (27/11/2025).
Dua korban asal Payakumbuh yang ditemukan meninggal dunia adalah Gusrial alias Ujang (37 tahun) dan Angger Raja Prakasa (25 tahun). Keduanya sebelumnya dilaporkan hilang kontak oleh keluarga mereka, dan jasadnya ditemukan pada Sabtu (29/11/2025).
Proses identifikasi korban dilakukan oleh tim Inafis Sat Reskrim Polres Padang Pariaman. Kedua jenazah pertama kali dibawa ke Puskesmas Kayu Tanam untuk penanganan lebih lanjut. Kepergian mereka membawa duka mendalam, terutama bagi keluarga korban, masyarakat Lamposi Tigo Nagori, dan rekan-rekan almarhum.
Putra Idaman Dt. Bandaro Ijau, seorang pemuka adat di Nagari Lamposi, mengenang Angger Raja Prakasa sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab. “Angger adalah anak kemenakan kami, sosok yang mandiri dan penuh tanggung jawab. Selain menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Padang, Angger juga bekerja sampingan sebagai sopir travel ‘Yuda’. Kami sangat kehilangan,” ujar Dt. Bandaro Ijau.
Di tengah kesedihan yang mendalam, pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu pencarian, termasuk tim SAR gabungan, relawan, dan masyarakat Padang Panjang. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berusaha keras untuk menemukan Angger, meskipun dalam keadaan yang sangat memilukan ini. Kami juga salut dengan ketegaran Ayahanda almarhum, Bapak Antoni, kepala sekolah di SMKN 1 Kecamatan Guguak, yang tidak meninggalkan anaknya sejak hari pertama pencarian,” ungkap Putra Idaman.
Jenazah Angger Raja Prakasa dishalatkan di halaman Kantor Camat Latina, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, Camat Latina, Diki Engla, serta para tokoh masyarakat dan keluarga besar SMKN 1 Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.
Tim gabungan SAR dan relawan terus melanjutkan pencarian di sekitar lokasi bencana dan sepanjang aliran Sungai Batang Anai. Penyisiran dilakukan dengan kewaspadaan tinggi mengingat debit air di sungai masih relatif besar dan potensi banjir susulan masih dapat terjadi akibat curah hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut.
Kami berharap seluruh masyarakat tetap waspada dan menjaga keselamatan, serta terus mendukung upaya-upaya kemanusiaan yang tengah berlangsung.(Debby)

















