Dua kali Digerebek Mesum, Si Wanita Diarak dan Dipersekusi Sekeliling Kampung di Pasaman

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Peristiwa persekusi terhadap seorang wanita yang tertangkap mesum pada Minggu (30/9) sekira pukul 14.30 WIB di kawasan Kabupaten Pasaman tersebut membuat geger.

Bahkan video terkait arak arakan terhadap si wanita yang tertangkap basah mesum di siang bolong tersebut dan berdurasi sekitar 30 detik itu menjadi viral di Facebook serta WhatApps menjadi peredebatan panjang oleh para nitizen.

Iklan

Di dalam video yang telah di di akun Youtube itu, terlihat seorang wanita yang nyaris bugil di bagian atasnya di arak dan dipersekusi oleh warga setempat lantaran tertangkap basah telah melakukan perbuatan mesum dengan seorang pria.

Tidak hanya diarak, namun ada tindakan penganiayaan yang dilakukan terhadap wanita tersebut, seperti ditendang dipukul, dilumuri dengan lumpur bahkan pakaian bagian atasnya dilucuti oleh massa.

Ironisnya saat aksi persekusi terhadap wanita tersebut yang nyaris tanpa ada kain penutup di bagian atasnya, malah juga diiringi oleh anak anak berusia sekitaran 10 tahun yang merupakan warga setempat.

Beredarnya dan viralnya video tersebut di media sosial, menjadi perdebatan pro dan kontra terkait aksi persekusi tersebut.

Atas terjadinya pro dan kontra di tengah masyarakat dunia maya, awak media mencoba mencari informasi akar dari persoalan hingga terjadinya peristiwa persekusi itu.

Dari hasil penelusuran, peristiwa terjadi pada Minggu 30 Agustus 2020 di kawasan Kampung Ampang Gadang, Jorong Ampang Gadang, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.

Seorang wanita berstatus janda inisial M (25) tertangkap basah melakukan perbuatan mesum dengan pasangannya inisial MA (23). Dari informasi nara sumber yang enggan namanya untuk ditulis menyebutkan jika wanita yang menjadi korban persekusi oleh warga itu, telah dua kali tertangkap mesum.

Pada sekitar bulan Maret 2020, tuturnya lagi, wanita inisial M itu juga telah tertangkap basah melakukan perbuatan mesum melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri yang syah dengan pasangan yang sama.

Saat itu oleh tokoh masyarakat setempat serta aparat, pasangan mesum itu diselesaikan dengan jalan bermusyawah serta dikenakan denda, dan persoalan dianggap selesai.

Namun bukannya kapok serta jera, beberapa kali pasangan ini kembali berbuat ulah di Jorong Ampang Gadang tersebut. Diduga mereka terindikasi melakukan perbuatan yang sama. Sempat diberi peringatan dan ditegur oleh Niniak Mamak, serta tokoh warga setempat, namun keduanya tidak mengindahkan peringatan tersebut.

Pada Minggu 30 Agustus 2020, siang hari menjelang pasangan ini diduga akan melakukan perbuatan mesum, beberapa warga melakukan pengintaian. Benar saja dugaan warga, pasangan ini kembali bikin ulah melakukan perbuatan mesum seperti layaknya perbuatan suami sitri sehingga dilakukan penggerebekan serta diarak di sekeliling kampung selanjutnya pasangan tersebut dinikahkan, papar sumber tersebut.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu, Rabu 2 September 2020, membenarkan peristiwa penggerebekan mesum serta persekusi terhadap pelaku yang terjadi di Ampang Gadang Kabupaten Pasaman tersebut.

Stake Bayu pun membenarkan jika pasangan mesum itu telah dua kali digerebek massa dan kemudian di sanksi adat serta dinikahkan oleh Ninik Mamak setempat, timpalnya.

Namun menurutnya, saat ini Polres Pasaman, masih melakukan penyelidikan terkait pembuat video dan penyebarnya di akun Youtube. Selain mencari pembuat konten, polisi kuga menyelidiki tindakan warga yang mengarah pada perbuatan pidana seperti persekusi hingga dugaan penganiayaan terhadap si wanita tersebut, pungkasnya mengatakan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here