DK PWI Pusat Ingatkan Wartawan, Ilham Bintang : “Jika Ingin Jadi Tim Sukses Mundur Sebagai Pewarta”

integritas wartawan

SUMBARTIME.COM-Terkait penyelenggaraan Pilkada yang bakal dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang, Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengingatkan wartawan untuk tidak memihak kepada pasangan Paslon manapun.

Hal itu dikatakan oleh Ketua DK PWI Pusat, Ilham Bintang, selepas memimpin rapat DK PWI Pusat, Senin (19/10).

Iklan

Menurutnya ada Pilkada serentak bakal digelar di 270 daerah, baik provinsi, maupun kabupaten/kota seluruh Indonesia pada 9 Desember 2020 mendatang. Rangkaian kegiatan Pilkada saat ini tengah memasuki tahapan kampanye para calon kepala daerah. Kampanye akan berlangsung sampai 5 Desember, ujar Ilham.

Namun di satu sisi paparnya lagi, banyak laporan serta pengaduan yang masuk ke pihaknya terkait masih adanya oknum wartawan yang bermain bahkan menjadai tim sukses Paslon tertentu di banyak daerah.

Selain itu Ilham mengungkapkan ada pengurus organisasi wartawan yang ikut terlibat dalam proses Pilkada serta mendukung pasangan calon tertentu.

Hal itu bisa membuat wartawan kehilangan sikap independennya ntuk mengawasi azas jujur dan adil berlangsungnya proses Pilkada yang diharapkan akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas, ulas Ilham.

Ketua DK PWI itu juga menegaskan bahwa independensi wartawan saat Pilkada sudah jelas panduannya dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga. Termasuk Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan. 

“Mendukung saja tidak boleh. Apalagi terlibat sebagai Tim Sukses atau relawan. Jika nekad mundur saja sebagai pewarta,” tandas Ilham.

Kalaupun ada oknum bersikeras juga untuk terlibat secara langsung dalam proses Pilkada, hendaknya dia harus mundur demi menjaga marwah, integritas, martabat profesi wartawan itu sendiri, imbuhnya.

“Menjadi wartawan itu berat. Bukan hanya sekeedar petantang petenteng membawa kartu identitas wartawan saja. Tapi seorang insan pers itu dituntut untuk profesional, menjaga kode etik dan kode perilaku wartawan,” tandas Ilham.

Saat ini paparnya lagi, akibat banyaknya wartawan yang masuk dan terlibat secara langsung dalam proses Pilkada, banyak pemberitaan yang tidak akurat dan tidak rasional lagi, sehingga menjadi bias di publik.

“Peran media harusnya lebih kepada mengawal terselenggaranya kontestasi politik yang jujur dan adil. Lalu menyosialisasikan Paslon terang benderang agar masyarakat tak salah pilih,” bebernya.

Selain itu, DK PWI Pusat juga mengajak insan pers untuk menjaga jarak pada Pilkada di situasi Pandemi Covid-19 ini, tutupnynya mengatakan. (bn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here