SUMBARTIME.COM-Terkait viralnya informasi tentang fenomena tanah bergerak dan amblas di kawasan Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota sejak seminggu terakhir, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, turunke lokasi melakukan penyelidikan.
Dalam melakukan penyelidikan di Jorong Polong Duo, Nagari Koto Alam, Kamis (19/12) pihak ESDM menemukan ratusan lubang bekas ledakan pertambangan, oleh salah satu perusahaan.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Seksi Pengusahaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan Dinas ESDM Sumbar, Azril. Menurutnya, saat timnya turun ke lokasi ada ditemukan 150 sampai 200 lubang bekas ledakan tambang, ungkapnya.
Walupun demikian, dirinya belum bisa memastikan jika penyebab retak dan berlobangnya tanah di Jorong Polong Duo hingga sepanjang 300 Meter lebih diakibatkan oleh aktifitas pertambangan.
” Belum bisa kita pastikan penyebab retaknya tanah. Kami akan melakukan uji petik terhadap 3 perusahaan yang lokasi aktifitasnya berdekatan dengan lokasi,” ujar Azril.
Dijelaskan lebih lanjut, saat ini di Koto Alam ada 3 perusahaan yang memiliki izin operasional tambang yakni PT Koto Alam Sejahtera (KAS), PT Hasabah dan PT Atika Tunggal Mandiri (ATM).
Tekait temuan ratusan lobang bekas ledakan pertambangan, itu Dinas ESDM Sumbar memastikan jika mereka tidak akan mau main mata dengan pihak perusahaan dalam melakukan penyelidikan serta uji petik.
Jika dalam penyelidikan tersebut ditemukannya indikasi kerusakan ekosistem tanah retak di Jorong Polong Dua dan sekitarnya, akibat aktifitas pertambangan maka pihaknya tidak akan segan segan mengambil tindakan tegas dan akan memberikan sanksi kepada pihak perusahaan, tutupnya mengatakan.
Sementara itu, salah satu warga Koto Alam bernama Ilham, mengungkapkan jika fenomena keretakan dan tanah bergerak itu muncul dalam dua tahun terakhir ini, paparnya kepada awak media. Sejak eksploitasi aktifitas pertambangan marak di kawasannya, timbul keretakan tanah sehingga beberapa hari kemaren makin marah dengan lebar 1 meter, dan kedalaman satu meter serta panjang 300 meter.
Akibatnya banyak rumah warga setempat yang mengalami kerusakan dan beberapa diantaranya telah ambrol. Untuk itu Ilham meminta kepada pihak pihak terkait agar serius menangani persoalan yang kini sedang menghantui mayoritas warga setempat. Dirinya mewakili ratusan warga lainnya meminta dan berharap agar penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang benar benar berpihak kepada masyarakat yang saat ini sedang terzholimi tutup Ilham mengatakan. (aa)





















