SUMBARTIME.COM-Ratusan warga dari kaum Datuk Sutan Sinaro, Nagari Tanjung Gadang, Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, memblokir aktifitas pertambangan batu andesit perusahaan CV Tekad Jaya di kawasan tersebut, Senin (1/6).
Sejak pagi pukul 08.00 WIB, ratusan massa tersebut sudah berkumpul di sekitaran areal pertambangan serta memblokade puluhan unit truck yang hendak menaikan batu andesit ke atas kendaraan mereka.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan di lokasi peristiwa, persoalan itu dipicu akibat adanya dugaan penyerobotan lahan ulayat kaum Datuk Sutan Sinaro oleh pihak kelompok kaum lain. Sehingga hasil eksploitasi pertambangan yang dilakukan oleh CV Tekad Jaya di areal milik kaum Datuk Sutan Sinaro, justru dinikmati oleh kelompok kaum lain tersebut, papar beberapa massa yang ditemui di lapangan.
Menurut juru bicara peserta aksi demo , Solvianis kepada awak media menjelaskan jika demo yang mereka lakukan hari ini adalah untuk yang kali keduanya. Demo pertama yang mereka lakukan yakni pada 9 Mai 2020 kemaren, timpal Solvianis.
Ada pun poin dari aksi demo yang mereka lakukan itu adalah agar areal tanah ulayat milik kaum Datuk Sutan Sinaro yang diduga telah dirampas sejak tahun 2014 silam oleh kelompok lain agar dikembalikan kepada yang berhak, yakni Bustanul Arifin Datuk Sutan Sinaro.
Dituturkan lagi, sejak tahun 2014 pihak perusahaan CV Tekad jaya yang memulai aktifitas pertambangannya tidak pernah membagi hasil tambang yang di eksploitasi kepada pihak Kaum Datuk Sutan Sinaro. Namun pihak perusahaan justru malah memberikan royalti kepada kelompok kaum lain, tutup Solvianis.
Dari hasil pantauan awak media di lapangan, sempat situasi memanas saat ratusan massa yang mendemo serta memblokade areal pertambangan meminta agar pihak dari perusahaan bisa menemui mereka.
Namun sampai berita ini diturunkan, tidak ada satupun utusan dari pihak perusahaan maupun utusan dari pihak kelompok lain yang disinyalir sedang berada dalam kantor perusahaan untuk menemui serta mengajak ratusan warga untuk bermusyawarah.
Sementara, awak media pun sampai berita ini diturunkan belum berhasil menghubungi pihak CV Tekad Jaya untuk melakukan klarifikasi. (rd/npn)




















