Diduga Menjadi Lokasi Maksiat, Ratusan Warga Desak Forkopimda Payakumbuh Tutup Bro Café Resto & Family

dugaan maksiat terjadi di lokasi

SUMBARTIME.COM-Dinilai telah menjadi lokasi perbuatan maksiat serta melanggar norma agama dan adat istiadat, ratusan warga Nagari Koto Nan Ampek, khususnya Kelurahan Padang Datar Tanah Mati, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh meminta dengan tegas agar Forokopimda setempat untuk menutup aktifitas Bro Café Resto & Family. 

Hal itu diungkapkan oleh Ketua LPM Kelurahan setempat Rinal, Rabu (24/11) malam. Menurutnya seluruh anak Nagari Koto Nan Ampek yang terdiri dari Alim Ulama, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Pemuda Paga Nagari, meminta kepada Forkopimda Kota Payakumbuh agar segera menghentikan segala kegiatan yang ada di Bro Café Resto & Family , ungkapnya.

Iklan

Penolakan yang disertai dengan pembubuhan tanda tangan ratusan warga serta stempel resmi dari LPM Kelurahan Padang Datar Tanah Mati itu terhadap keberadaan Kafe tersebut, karena dinilai serta diduga telah menjadi ajang tempat maksiat dan nyata adanya melanggar Falsafah Minangkabau “Adat basandi Syara’ Syara Basandi Kitabullah”, papar Rinal.

Lebih jauh Ketua LPM Kelurahan Padang datar Tanah Mati tersebut menerangkan terkait keberadaan Bro Café Resto & Family yang dinilai telah meresahkan warga sekitar dengan segala aktifitas dugaan maksiat yang terjadi, telah dilayangkan 2 kali Surat Peringatakan kepada pemilik dan pengelolanya.

Namun hingga penghujung November 2021 ini, aktifitas Bro Kafe masih berjalan seperti biasa. Untuk itu demi menghindari aksi massa untuk main hakim sendiri, pihaknya bersama seluruh tokoh masyarakat anak Nagari Koto Nan Ampek, mendesak agar pihak Forkopimda Payakumbuh untuk mengambil langkah tegas, tutupnya mengatakan.

Sementara itu hal yang sama juga dituturkan oleh salah seorang Ulama Anak Nagari yang juga merupakan pengurus Mesjid Nurul Jihad Padang Datar, Zuldaswar. Melalui video pesan tertulisnya, yang bersangkutan juga mendesak agar Forkopimda khususnya Wako Payakumbuh, Kapolres Payakumbuh dan Dandim 0506 Limapuluh Kota, agar bisa mengambil langkah tegas untuk menutup keberadaan Bro Kafe, ujarnya mengatakan.

Zuldaswar menjelaskan, sebagai salah satu ulama dan Pengurus Forum Mesjid Payakumbuh Barat, pihaknya sedari awal menolak keberadaan Bro Kafe yang lokasinya terletak berdekatan dengan rumah ibadah.

Ia mengungkapkan jika ketika jamaah hendak menuju rumah ibadah pada waktu subuh, sering melihat penampakan wanita wanita malam keluar masuk di lokasi Kafe. Dirinya berharap agar Pemko Payakumbuh serta instansi terkait lainnya menutup kegiatan yang ada di Bro Kafe yang dinilai dan diduga terindikasi sebagai lokasi maksiat, sambungnya mengatakan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here