Diduga Langgar Aturan, 2 Agenda Politik Audy Joinaldi di Limapuluh Kota Dibubarkan Bawaslu

gambar calon wakil gubernur sumbar Audy Joinaldi

SUMBARTIME.COM-Diduga langgar aturan kampanye, dua agenda kegiatan politik Calon Wakil Gubernur Sumbar Audy Joynaldi di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (28/9) dibubarkan Bawaslu.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Limapuluh Kota Yoriza Asra, Selasa 29 September 2020. Menurutnya du agenda kampanye tatap muka yang dilakukan oleh salah satu paslon Audy Joinaldi, di dua lokasi dihentikan dan dibubarkan, ujarnya.

Iklan

Dijelaskan, kegiatan pertama sewaktu di kawasan Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, tepatnya disebuah wisma. Saat itu calon Wakil Gubernur tersebut mengadakan pertemuan dengan belasan masyarakat serta dan tokoh adat tanpa memiliki suratpembertahuan ke kepolisian (STTP).

Kegiatan tersebut dilaporkan Panwascam kepada Bawaslu. Mendapat laporan, Bawaslu langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Payakumbuh. Dari keterangan polisi, diketahui jika kegiatan kampanye itu tidak pernah dilaporkan ke Mapolres Payakumbuh. Panitia kefiatan itu hanya mengurus izin keramaian pada tanggal 27 September 2020.

Sementara itu di lokasi acara Bawaslu yang turun bersama pihak kepolisian, menemukan sebuah spanduk ucapan selamat datang kepada Audy Joinaldi dengan adanya tulisan nomor urut 04.

Dari temuan tersebut, jika mengacu kepada pasal 40 Per-KPU 11 tahun 2020, yang menyatakan setiap petugas kampanye wajib melaporkan kegiatan kampanye pasangan calon ke kepolisian yang ditembuskan ke KPU dan Bawaslu maka kegiatan tersebut sangat bertentangan dan diduga ilegal.

Atas temuan itu, Bawaslu bersama Kepolisian terpaksa menghentikan kegiatan acara yang dimulai sekira pukul 14.00 WIB, ungkap Yoriza Asra.

Akan tetapi calon Wakil Gubernur Audy Joinaldi tersebut, diduga kembali melanggar aturan kampanye di hari yang sama. Beberapa saat setelah kegiatan acaranya di kawasan Taeh Bukit dibubarkan, kembali yang bersangkutan mengikuti kegiatan tatap muka bersama belasan masyarakat di Nagari Taram, Kecamatan Harau.

Ironisnya kegiatan tersebut diduga justru terjadi di ruangan fasilitas pemerintah yakni Kantor Walinagari setempat. Bahkan kegiatan itu juga ikut dihadiri oleh Walinagari sekira pukul 17.00 WIB.

Walaupun kegiatan tersebut hanyalah berupa agenda silahturahmi, namun Panwascam setempat sempat memberikan peringatan secara lisan dan diambil tindakan secara persuasif, juga dilaporkan ke Bawaslu Limapuluh Kota. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here