SUMBARTIME.COM-Miris memang realita yang yang terjadi di tengah tengah masyarakat terkait pasien yang terpapar positif Covid 19.
Ini terjadi di Kota Padang, Jumat (17/4). Seorang pasien postif Covid 19 meninggal pada Jumat pagi sekira pukul 10.00 WIB, harus terlantar jenazahnya diduga akibat adanya penolakan warga terkait terkait proses pemakaman.
Menurut Elvera keluarga dari pasien, menyebutkan jika pamannya tersebut meninggal pada Jumat 17 April 2020 sekira pukul 10.00 WIB pagi di Rs Unand, namun mobil pembawa jenazah baru tiba pada pukul 21.00 WIB malam.
Lebih kurang ada sekitar 10 jam an jenazah pamannya tersebut terlantar di Rumah sakit, paparnya pilu.
Elvera yang berprofesi sebagai dokter dan merupakan ketua Tim Gugus Covid 19 IDI Sumbar, menjelaskan lebih jauh kepada awak media jika pihak keluarga diminta untuk mencari lokasi pemakaman jenazah pasien.
Akan tetapi lokasi pemakaman yang ada di Kota Padang menolak mulai dari TPU Tunggul Hitam, TPU Aie Dingin, hingga lokasi pemakaman di area belakang rumah keluarga, ungkapnya.
“Prosesi pemakaman di kawasan Ampangan di area lokasi rumah keluarga juga menolak,” tutur Elvera.
Dirinya mendapatkan informasi dari Lurah setempat jika warga masyarakat setempat menolak.
Terjadinya penolakan di beberapa tempat itu, Elvera langsung menghubungi pihak Pemko Padang. Dirinya meminta bantuan untuk pemakaman kawasan Bungus dan sekaligus dengan mobil ambulance pembawa jenazah.
Namun setelah pihak keluarga bersiap siap di Rs Unand, mobil jenazah yang ditunggu tunggu hingga pukul 20.00 WIb, belum juga ada kejelasannya. Hingga pukul 21.00 WIB barulah tiba mobil ambulance, tutupnya mengatakan.
Sementara itu, Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Padang, Barlius, mengakui adanya kendala serta keterlambatan di lapangan, terkait penanganan jenazah pasien. Namun dirinya tidak merinci kendala apa yang terjadi.
Terpisah Sekdako Padang Amasrul menjelaskan jika kendala serta keterlambatan menjemput jenazah diakibatkan baru selesainya penggalian makam di Bungus akibat hujan deras yang terjadi siang harinya. Selain itu paparnya lagi, mobil ambulance pada hari yang sama mengantarkan dan menguburkan satu jenazah di Kota Solok.
Namun kini Alhamdulillah semua kendala sudah bisa teratasi, tutup Amasrul. (tim)




















