Demi Capai Hasil Melimpah, P3A Kota Solok Lakukan Ritual Tolak Bala

Sumbartime-Untuk meningkatkan hasil panen yang melimpah dan memiliki kualitas Padi yang baik, unggul, serta mempunyai nilai jual yang tinggi, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Banda Tangah Karambie Paktikah Kota Solok bersama pemerintah daerah setempat melaksanakan Tolak Bala di sepanjang hamparan Sawah Solok.

Kegiatan rutin yang digelar itu merupakan kegiatan  yang dilaksanakan satu kali dalam setahun, dan pada kegiatan yang dikemas rapi itu turut dihadiri oleh walikota Solok, Zul Elfian, Ketua DPRD kota Solok, Yutris Can, Sekda Kota Solok,  ketua komisi III DPRD kota Solok, kepala OPD se kota Solok, beserta seluruh petani yang tergabung kedalam P3A kota Solok.

Iklan
Loading...

Dalam prosesi Tolak Bala tersebut,  dilaksanakan dengan cara melakukan perjalanan bersama mengitari sepanjang hamparan persawahan yang ada seraya membacakan doa dan zikir bersama yang dipandu oleh seorang orang tua adat yang ada. Dan sebagai sebuat tradisi, disaat berjalan mengitari persawahan tersebut pemandu atau orang tua adat tersebut sesekali terlihat melemparkan dedauan yang diramu dalam sebuah wadah berisi air ke sawah yang telah ditanami.

Tradisi Tolak Bala adalah sebuah tradisi yang ditinggalkan oleh leluhur masyarakat  Solok pada dahulunya, tradisi yang sudah lama terabaikan itu, sekarang dimasyarakatkan lagi semenjak P3A diketuai oleh Yutris Can,SE,  dan dari kenyataannya hasil panen pun dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dan dari sanalah masyarakat petani kota Solok semakin percaya bahwa hanya kepada sang penciptalah tempat mengadu dan meminta agar tanaman mereka terbebas dari serangan hama.

Selain melaksanakan prosesi tolak bala, untuk meningkatkan hasil panennya itu, masyarakat petani yang tergabung kedalam P3A juga tetap melakukan upaya lain untuk menghindari tanamannya dari serangan hama, baik dari serangan ulat daun maupun dari serangan hama tikus, seperti halnya melakukan penyemprotan dan pemupukan, P3A pun melakukan pembibitan ikan dipersawahan yang ada, hal itu juga diyakininnya, dengan banyaknya jumlah ikan dipersawahan akan dapat mengusir tikus dan memakan ulat daun tersebut.

Disela kegiatan Tolak Bala tersebut, ketua P3A Banda Tangah Karambie Paktikah, Yutris Can mengatakan, keberhasilan  yang telah dilakukan oleh petani yang ada tersebut, tidak terlepas dari dukungan dan perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah kota Solok, dan dalam rencananya, hamparan persawahan Sawah Solok akan dijasikan kawasan agrowisata tani.

Diterangkannya, dalam menuju kawasan agrowisata tani tersebut, P3A juga telah menghiasi hektaran hamparan persawahan itu dengan bangunan  Dangau atau Pondok Sawah yang permanen, Pondok terbuka beratapan daun Rumbia tersebut memiliki tinggi lantai lebih kurang setengah meter dari tanah, sementara itu tinggi bangunan lebih kurang lima atau enam meter persegi.

” Sekarang kita hanya tinggal mencarikan solusi agar beras Solok  dapat dinikmati secara instan oleh masyarakat kota Solok, karena belakangan ini hasil panen  dibeli oleh para pedagang dari daerah luar, dan dijualnya dengan harga tinggi ke daerah lain ” ungkap Yutris Can mengakhiri.

Menyikapi paparan yang disampaikan oleh ketua P3A tersebut, walikota Solok mengatakan, dalam mengupayakan agar beras Solok bisa beredar di kota Solok, pemerintah daerah  setempat akan membangun sebuah tempat pengilingan padi (Heller) milik perusahaan daerah, dan ditempat itu seluruh manajemen akan ditata termasuk tentang jual beli beras Solok  atau padi hasil panen petani yang ada.

Dan selain itu walikota Solok juga mengatakan, untuk menuju kawasan agrowisata tani, hamparan persawahan Sawah Solok juga harus dilengkapi dengan tempat ibadah yang memadai, dan untuk pembangunannya akan dilaksanakan dengan cara Badoncek ( Sumbangan bersama) atau  swadaya masyarakat petani dan pejabat kota Solok yang ada, ungkap nya. (Gia)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here