Capai Target Zona Integritas, Wako Payakumbuh : “Jika Ada Kadis Tak Mampu Lambaikan Tangan ke Kamera”

Wako Payakumbuh dan Kapolres

SUMBARTIME.COM-Wali Kota Riza Falepi didampingi Sekretaris Daerah Rida Ananda, ketiga asisten, dan Inspektur Kota Payakumbuh Andri Narwan, membuka Sosialisasi Zona Integritas dengan Narasumber Kapolres Kota Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, SIK, MH yang digelar di Aula Ngalau Indah Lantai 3 Balai Kota Eks Lapangan Poliko, Senin (24/2).

Sosialisasi yang diikuti seluruh Kepala OPD, camat, Kasubag Program dan Keuangan menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) RI Nomor 10 Tahun 2019 tentang perubahan atas Permenpan-RB RI Nomor 52 Tahun 2014 tentang pedoman pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Wako Riza Falepi berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti dan menindaklanjuti hasil materi dari Kapolres, karena setelah dilakukan evaluasi, ternyata salahsatu faktor yang menjadi kelemahan dari SAKIP Payakumbuh ada disini.

“Sakip kita masih BB, tahun depan saya ingin A, kepala dinas kalau nggak sanggup angkat tangan dan lambaikan tangan ke kamera, bakal saya ganti atau saya non jobkan,” tegas Riza

Ketegasan Riza ini tidak main-main karena Riza sendiri serius agar Zona Integritas ini dipersiapkan dengan baik. “Secara praktek tidak ada persoalan, harus tahu ilmu dari ahlinya, makanya kita hadirkan Kapolres kesini,” kata Riza.

Kapolres Dony Setiawan mengatakan dirinya mendapat informasi kalau Pemko ingin membangun sebuah Zona Integritas (ZI), dirinya melakukan penyelidikan kepada Wali Kota. Menurutnya, untuk membangun Zona Integritas, maka harus mengecek kepalanya terlebih dahulu.

“Kalau kepalanya busuk, maka ZI tidak akan bisa terwujud, karena komitmen tidak ada,” kata Kapolres.

Kapolres menilai Wali Kota Riza Falepi cukup berkomitmen, tidak terkait kasus pungli maupun korupsi. Contoh komitmen dari Riza Falepi yang diapresiasi oleh Kapolres adalah Mal Pelayanan Publik (MPP), sebuah pelayanan satu atap untuk memangkas Birokrasi.

“Salah satu MPP yang terbaik di Sumatera Barat adalah di Payakumbuh karena berjalan dengan sangat baik, tapi terlepas dari bagusnya pelayanan, konteks dari ZI adalah bersih,” ungkap Polisi yang dikenal akrab dengan warga ini. (rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here