Bonita Semakin Mengganas, BKSDA Riau Minta Bantuan Sniper TNI/Polri

hariamu bernama bonita

SumbartimeRiau-Dianggap sudah menjadi hantu yang menakutkan bagi masyarakat Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Harimau liar bernama Bonita yang baru saja memangsa dua manusia hingga tewas sejak Januari hingga Maret 2018, pihak BKSDA Riau, memutuskan minta tenaga sniper dari TNI/Polri untuk melumpuhkan raja hutan yang mengganas tersebut.

Sebelumnya usaha yang dilakukan oleh pihak BKSDA Riau, untuk menangkap bonita dengan cara cara perangkap dinilai tidak siknifikan sehingga terpaksa dengan cara menggunakan senjata untuk mengehentikan keliaran harimau tersebut, papar Suharyono, Kepala BKSDA Riau mengatakan, Rabu (14/03).

Iklan

Untuk itu pihaknya kan meminta bantuan sniper dari TNI/ Polri dan membentuk tim untuk memburu Bonita yang telah meresahkan masyarakat, tukuknya lagi.

Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu sekitar bulan Mai 2017, penampakan bonita harimau liar dan ganas di kawasan Pelangiran, Kabupaten Inhil, bermula dari seorang warga yang sempat melihat seekor harimau berkeliaran di perkebunan sawit.

Pada tanggal 3 Januari 2018, seorang karyawati perusahaan sawit bernama Jumiati tewas mengenaskan dengan tubuh penuh luka cakaran harimau tersebut. Selanjutnya pada Sabtu 10 Maret 2018, seorang buruh pekerja kandang walet bernama Yusri, pada senja hari menjelang malam, tewas mengalami luka robek serta patah tilang dibagian lehernya akibat diterkam warga

Dari beberapa pengakuan warga sekitar, saat ini saat mereka berada di kebun sawit kerap melihat bayangan harimau yang seakan mengintai saat saat mereka lengah. Bahkan ada  warga yang sempat merekam harimau bernama bonita tersebut sedang berkeliaran di perkebunan.

Atas kejadian tersebut membuata suasana di kawasan Pengiran menjadi resah dan membuata warga yang beraktiitas di kebun sawit dihantui ketakutan. (kr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here