Biadab! Bertahun Sudah Remaja Bawah Umur di Kabupaten Solok Diperkosa Ayah Tiri

ayah tirti pelaku perkosaan

SUMBARTIME.COM-Tak di sangka perlakuan Biadab di lakukan oleh seorang ayah tiri, perlakuan itu terungkap oleh Polres Solok Kota, Sumatera Barat di bawah kepemimpinan AKBP Ferry Suwandi, S.I.K

Perkara Tindak Pidana Persetubuhan dan atau Perbuatan Cabul Terhadap Anak yang dilakukan sekira akhir tahun 2016 hingga akhir tahun 2018, bertempat di Jorong Koto Kaciek Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok.

Iklan

Kaporesta Solok, AKBP Ferry Suwandi, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polresta Solok, AKP Evi Wansri, SH, mengatakan bahwa tersangka
bernama RM (37), di KTP beralamat di Jorong Madang Nagari Aia Batumbuak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok, diciduk berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/15/B/I/ 2021 / Polres Solok Kota, tgl 19 Januari 2021.

” Satreskrim Polres Solok Kota sudah mengamankan RM melakukan pencabulan terhadap anak tirinya sendiri selama dua tahun,” tutur Akp Evi Wansri, SH, Sabtu (23/01) di ruang kerjanya.

Dalam kronologis Peristiwa pemerkosaan itu baru dilaporkan korban sebut saja namanya Mawar (13) pada bulan ini Januari 2021, karena selama ini korban trauma dan ketakutan. Kepada penyidik, mawar menyebutkan bahwa peristiwa pemerkosaan itu bermula akhir tahun 2016 sampai akhir Tahun 2018.

Menurut Mawar, pada akhir tahun 2016 dimana dia tidak ingat tanggal dan harinya, Bunga yang tinggal mengontrak bersama Bapak tirinya serta ibu kandungnya Riya Desmi Yanti (34), dan satu orang adiknya di Jorong Koto Kaciek Nagari Muara Panas.

Pada suatu malam diakhir tahun 2016 sekira pukul 01.00 Wib, dia tidur bersama ibu, adik dan ayah tirinya RM, dalam satu kamar. Waktu itu Mawar tidur dibelakang ayah tirinya. Pada saat ibunya sedang tidur pulas, ayah tirinya memegang pergelangan tangan Bunga dengan kuat dan menyentuh bagian sensitif.

“Saya mau melawan tapi takut. Kemudian kejadian ini berlanjut saat kami pindah ke Sawah Suduik, Jorong Balai Pinang yang juga di Nagari Muara Panas, disaat saya dan ibunya pergi mencuci pakaian ke kali, ibu saya menyuruh saya menjemput motor ke rumah untuk membawa cucian yang sudah bersih. Waktu saya tidak mau karena takut sama ayah yang saat itu masih tidur di rumah,” terang Bunga.

Namun karena ibunya meminta tolong, Mawar akhirnya pulang. “Minta kunci motor ke ayah kau, jagoan senyo,” tutur Bunga menirukan suara ibunya.

Akhirnya Mawar pulang dan meminta kunci motor ke ayah tirinya yang saat itu sedang berada di dalam kamar. Namun ayah tirinya malah memeluk Bunga dan meraba-raba daerah sensitif. Meski melakukan perlawanan, namun ayah tirinya jauh lebih kuat dari pada dirinya.

Saat ada kesempatan untuk kabur, Bunga langsung keluar rumah dan kembali ke kali dan menceritakan kejadian yang baru dialaminya yang dilakukan ayah tiri biadab tersebut kepada dirinya.

“Saat saya bercerita ke ibu saya, ayah tiri saya datang dari belakang di kali dan mengatakan bahwa dirinya hanya minta diurut oleh saya. Dan ibu percaya cerita bohongnya,” tutur Bunga.

Kejadian itu terus berulang, dimana pada suatu hari disaat ibunya tidak ada di rumah, pada saat itulah ayah tirinya melakukan pemerkosaan kepada Mawar. Pertahanan Mawar jebol oleh ayah tirinya. Hal itu terus dilakukan ayah tirinya hingga dua tahun lamanya.

Waktu pertama kali diperkosa, Mawar baru berusia 13 tahun kurang dan masih duduk di kelas 1 SMP. Dan peristiwa itu terus dilakukan ayah tirinya disaat ada kesempatan hingga tak ingat lagi jumlahnya sudah berapa kali.

Dalam Kronologis Penangkapan tersangka bahwa setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, dan berdasarkan informasi yang didapatkan kalau keberadaan tersangka berada di rumah kontrakannya di Jorong Koto Kaciek Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok. Selanjutnya Tim Opsnal Polres Solok Kota melakukan pengejaran terhadap pelaku pada hari Kamis tgl 21 Januari pkl 18.00 Wib ke daerah Jorong Koto Kaciek. Sesampainya di rumah tersangka pukul 18.30 Wib, dan didapati tersangka sedang berada di rumah bersama istrinya.Kemudian Tim Opsnal Polres Kota langsung mengamankan tersangka RM tanpa ada perlawanan.

Terhadap tersangka RM dikenakan Pasal 81 Ayat (3) Jo Pasal 76D Subsidair Pasal 82 Ayat (2) Jo Pasal 76E Undang Undang Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,
Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun Penjara.

” AKP Evi Wasri SH berharap, kepada para orang tua harus menjaga anak-anaknya dan kalau ada kejadian seperti ini, jangan takut melapor. Kami akan melindungi masyarakat yang menjadi korban pemerkosaan. Apa lagi ini dilakukan ayah terhadap anak tirinya yang semestinya dia yang menjaga,” terang Kasat Reskrim Polresta Solok, AKP Evi Wansri, SH

Saat ini ayah tiri Mawar, RM harus mempertanggungjawab kan perbuatannya dan meringkuk di sel tahanan Polres Solok kota. ( YON )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here