Beredar Informasi Penangkapan Pelaku Penculikan Anak di Muaro Paiti, Polisi : Itu Hoax

mobil milik yang disangkakan pelaku penculikan

SUMBARTIME.COM-Kembali beredar dan viral video serta foto penangkapan oleh warga terhadap pelaku penculikan anak di media sosial (medsos).

Hari ini, Sabtu 18 Desember 2021, kembali jagad medsos dikagetkan dan digemparkan dengan informasi yang menyebutkan telah tertangkapnya 3 orang sindikat pelaku penculikan anak di kawasan Muaro Paiti, Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota.

Iklan

Dalam video serta foto yang diunggah dan dibagikan oleh warganet lainnya sehingga menjadi viral di jagad maya itu, menceritakan tentang telah diamankan dan ditangkapnya beberapa orang aksi pelaku percobaan penculikan anak di salah satu sekolah dasar (SD), kawasan setempat.

Dalam postingan yang beredar di sosmed tersebut, diceritakan pihak Kepolisian dari Polsek Kapur IX bersama warga setempat telah mengamankan 3 orang yang terdiri dari 2 pria dan 1 wanita yang sebelumnya sempat terjadi aksi kejar kejaran antara warga dengan para pelaku.

Dijelaskan, 3 orang tersebut dengan menggunakan mobil jenis AVP berusaha ingin menculik salah satu siswa pelajar setingkat SD yang sedang bermain di halaman sekolahnya kawasan Muaro Paiti, Kapur IX.

Masih menurut informasi postingan yang beredar di sosmed, modus ketiga pelaku sindikat penculikan anak tersebut adalah dengan melemparkan bola mainan kepada pelajar SD yang sedang asyik bermain di halaman sekolah.

Selanjutnya ada dua siswa SD yang tertarik dengan manianan yang dilempar oleh satu pelaku dan langsung datang menghampiri. Saat itu salah satu siswa mempertanyakan berapa harga mainan itu. Namun oleh si pelaku yang di infokan menyamar sebagai tukang jual mainan itu, memberikan secara cuma cuma kepada salah satu siswa SD tersebut.

Masih menurut informasi postingan yang beredar di sosmed itu, saat salah satu siswa memegang bola balon itu, tiba tiba mainan itu meletus. Di saat yang bersamaan, salah satu majelis guru yang mendengar bunyi letusan bola balon itu datang menghampiri salah satu pelaku dan sempat mempertanyakan maksud dari si pelaku memberikan mainan secara gratis kepada anak didiknya.

Namun saat ditanya oleh salah satu guru, si pelaku langsung pergi menuju kendaraannya. Namun sejurus kemudian si pelaku kembali ke dekat lokasi dan bertanya kepada salah satu pedagang terkait jam kepulangan anak sekolah dan kembali pergi dengan kendaraan miliknya jenis mobil AVP meninggalkan lokasi.

Namun masih menurut informasi unggahan yang beredar itu lagi, satu jam kemudian kembali pelaku muncul ke lokasi sekolah. Akan tetapi diduga mobil yang dikendarai oleh pelaku sejurus kemudian langsung balik lagi karena melihat ada mobil patroli polisi yang sedang parkir di depan sekolah.

Melihat gerak gerik para pelaku yang sebelumnya sudah ditandai oleh majelis guru serta beberapa warga di sekitar lokasi sekolahan mencurigakan, kontan saja mereka mengambil inisiatif mengejar dan menghentikan kendaraan para pelaku sehingga sempat terjadi aksi kejar kejaran. Namun tak lama kemudian, para pelaku berhasil di hentikan di kawasan Pasar Muaro Paiti dan langsung dibawa ke Polsek setempat, begitu informasi yang beredar di sosial media melalui unggahan warganet.

Namun benarkah telah terjadi pengamanan dan penangkapan 3 orang pelaku aksi percobaan penculikan anak yang terjadi di salah satu sekolah kawasan Muaro Paiti, pada Sabtu pagi menjelang siang tersebut?.

Saat awak media menghubungi Kapolsek Kapur IX Iptu Despa Ningrat.SH, dirinya membantah pihaknya telah mengamankan dan menangkap sindikat aksi percobaan penculikan anak seperti informasi unggahan postingan di medsos yang terlanjur viral tersebut.

“Tidak benar. Tidak ada kami menangkap dan mengamankan sindikat pelaku penculikan anak apad Sabtu 18 Desember 2021 ini,” ungkapnya mengatakan.

Despa menjelaskan, memang sempat ada insiden yang terjadi seperti yang diceritakan. Namun ini akibat kesalahpahaman warga. Menurutnya saat pihaknya mengamankan 3 orang yang sempat dikejar oleh warga dan dibawa ke Mapolsek dan dilakukan pemeriksaan tidak ada ditemukan bukti bukti awal indikasi mereka adalah pelaku penculikan anak.

Dalam pemeriksaan polisi, ketiga orang yang sempat disangkakan adalah pelaku sindikat penculikan anak diketahui murni adalah para pedagang mainan dan bukan terindikasi pelaku penculikan anak, sehingga kami lepaskan lagi, bebernya.

Terkait adanya unggahan postingan yang viral di somed tentang isu telah terjadi aksi percobaan penculikan anak di Muaro Paiti, Despa sangat menyesalkan itu terjadi. Seharusnya warga menunggu dulu hasil dari pemeriksaan polisi sebelum menyebarkan informasi yang salah, sambungnya.

Akibat beredarnya informasi hoax itu, membuat warga panik dan cemas sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah tengah masyarakat. Selain itu akibat termakan postingan postingan hoax seputar informasi penculikan anak yang beredar di sosmed, banyak warga yang termakan isu, sehingga mudah merasa curiga terhadap orang asing yang berada di lingkungan mereka.

Dirinya berpesan, jika ada warga merasa curiga dengan kehadiran orang asing di lingkungan mereka, segera hubungi pihak kepolisian dan jangan mengambil kesimpulan sendiri, menulis opinisi sesat di sosmed yang berdampak menimbulkan kegaduhan.

Terkait soal isu penculikan anak papar Despa lagi, warga wajib untuk berhati hati dan menjaga lingkungan sekitar. Namun walaupun demikian, warga juga tidak dibenarkan menyampaikan dan mengedarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di sosial media yang memiliki dampak kegaduhan secara tidak langsung, tutupnya. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here