Begini Konsep Bangun Destinasi Wisata Menurut SAFARI

SUMBARTIME.COM-Pasangan bacalon Pilkada Limapuluh Kota, Safaruddin-Rizki (SAFARI) bertekad untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi yang berujung kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Limapuluh Kota. Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pariwisata. Dengan mengembangkan pariwisata, uang akan lebih banyak berputar sehingga memiliki dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Saat ini pariwisata Limapuluh Kota masih menjadi tempat singgah. Belum menjadi destinasi wisata utama. Harau misalnya, belum menjadi destinasi wisata utama yang membuat orang menetap berhari-hari atau bermalam-malam agar uang berputar di daerah kita.

Iklan

Wisatawan hanya singgah setengah hari kemudian melanjutkan perjalanan. Biasanya mereka akan bermalam di Bukittinggi ataupun Padang,” ujar bakal cawabup Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) ketika berdialog di stasiun radio Total FM, Tanjung Pati, Jumat pagi (11/9).

Untuk itu, menjadikan lokasi wisata sebagai destinasi wisata utama sangat penting karena akan memperpanjang durasi wisatawan untuk menetap di daerah tersebut. Menurut Putra Harau itu, bicara pariwisata berarti bicara soal berapa uang beredar di destinasi wisata tersebut.

Jika wisatawan hanya berkunjung ke Limapuluh Kota setengah hari atau beberapa jam saja, tentu uang yang mereka belanjakan juga sedikit saja, hanya untuk tiket masuk, beli sovenir, dan beli oleh-oleh. 

“Coba bayangkan jika mereka bermalam, tentu mereka akan membelanjakan uangnya lebih banyak dan berlipat-lipat. Perputaran uang ini yang akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi dalam konteks pariwisata. Industri kreatif akan bertumbuh. Rumah makan, homestay, villa, dan lain-lain, akan bertumbuh,” ucap RKN.

Untuk mencapai hal tersebut, pembangunan destinasi wisata utama perlu diseriusi. Mulai dari sarana, prasarana, hingga infrastruktur jalan yang representatif. Selain itu, destinasi wisata tambahan juga dibangun untuk menjadi penyangga sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan untuk betah berlama-lama di Limapuluh Kota.

“Jadi tujuan mereka tidak Harau saja, tetapi juga destinasi wisata yang lain. Belajar dari pulau Bali, wisatawan bisa  berkunjung bermalam-malam bahkan berminggu-minggu karena dalam satu kawasan yang kecil itu, banyak sekali pilihan destinasi. Ini yang perlu kita buat di Limapuluh Kota, destinasi wisata utama serius dikembangkan dan destinasi tambahan perlu dibangun dengan baik,” ujar RKN.

Untuk membangun destinasi wisata tersebut, tentu memerlukan anggaran yang besar. Mengandalkan APBD tentu tidak cukup. RKN optimis Limapuluh Kota bisa mengakses anggaran baik dari provinsi maupun dari pemerintah pusat. 

“Pembangunan destinasi wisata ini sejalan dengan kebijakan nasional. Jika suatu daerah concern untuk memajukan pariwisata di daerahnya, maka akan banyak anggaran dari pusat yang bisa kita eksekusi di daerah,” katanya. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here