Arosuka.sumbartime – Penurunan kasus Stunting merupakan isu nasional yang harus disikapi secara serius, dan presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan agar terbangunnya sinergitas antara pemerintahan untuk penangannya. Sebagai bentuk implementasi dari instruksi tersebut, pemerintah kabupaten Solok menggandeng tangan Pemerintahan kepulauan Mentawai.
” Kedatangan kami adalah untuk beraudiensi dan menyaring informasi dari pemerintahan kabupaten Solok terkait program dan sistim penurunan kasus Stunting ” sebut Sekretaris daerah kepulauan Mentawai, Rinaldi, saat berkunjung kepemerintahan kabupaten Solok, Senin, 30 Januari 2023.
Diaktakannya, sampai saat ini kasus Stunting dikepulauan Mentawai masih tinggi, dan dibutuhkan sinergitas dan kerjasama dari pemerintahan kabupaten Solok untuk penanganannya, kami sangat meyakini ada program dan ide ide strategis yang akan kami bawa nantinya, tambah Rinaldi.
Rinaldi selaku ketua rombongan kedatangannya diterima oleh Staf Ahli Sekda Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan Kesra, Mulyadi Marcos serta beberapa pemangku jabatan lainnya diruangan rapat Bapelitbang kantor Bupati Solok.
Dalam kesempatan itu dan menyukai keluhan yang disampaikan oleh perintah kepulauan Mentawai, Staf Ahli Sekda Kabupaten Solok memaparkan segala program dan upaya yang dilakukan untuk menurunkan kasus Stunting didaerah setempat.
Menurut Mulyadi Marcos, diantara program yang dijalankan adalah memberikan makanan tambahan (PMT) kepada balita, serta mendirikan Pos Gizi disetiap nagari yang ada. Pemerintah melakukan pencegahan Stunting dimulai dari dini, yakni memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak anak.
Program yang tidak kalah pentingnya dan harus dilakukan, adalah sinergitas seluruh stakeholder yang ada termasuk melibatkan dinas dinas atau instansi yang ada dilingkup pemerintahan kabupaten Solok.
Dari program yang berjalan, dan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), pada tahun 2021 kasus Stunting di Kabupaten Solok berada pada angka 40.1%, setelah program berjalan, angka itu turun secara signifikan diangka 24.2 % pada tahun 2022.
Kita sukses mengerucutkan angka Stunting dikabupaten Solok dengan besaran keberhasilan 15,9%, dari keberhasilan itu, mengantarkan kabupaten Solok diperingkat teratas di Sumatera Barat, tandas Mulyadi Marcos mengakhiri.** Gia





















