Apel K3 dan Persampahan WAKO RIZA AJAK WARGA KOMIT TANGANI MASALAH SAMPAH

Payakumbuh,Sumbartime.com-Memang pantas rasanya Payakumbuh meraih predikat kota bersih peraih Adipura 10 kali berturut-turut dari pemerintah pusat. Hal tersebut terlihat dari komitmen nyata pemerintah setempat dalam menjaga kebersihan dengan menggelar apel terpadu peduli sampah, di halaman kantor Balaikota, Jln. Veteran, Jumat (27/7).

Walikota, Riza Falepi, yang bertindak selaku pembina apel meminta komitmen yang tinggi semua pihak terkait dengan pengelolaan sampah di kota ini. “Peningkatan jumlah penduduk di Payakumbuh juga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah timbunan sampah dengan total rata-rata 78 ton/hari. Hal ini menjadi perhatian serius kita bersama, bagaimana cara dan upaya kita dalam menekan tingginya volume sampah tiap harinya itu, ” ujar Riza.

Iklan

Menurut Wako Riza, dengan tingginya jumlah volume sampah tersebut  tentu akan berpengaruh terhadap kebersihan kota, bahkan juga akan berpengaruh terhadap kebijakan penganggaran pemerintah daerah dalam pembiyaan masalah persampahan ini.

Disamping itu ada sebagian prilaku warga yang tidak peduli dengan sampah. Membuang sampah seenaknya, tidak mengindahkan jam pembuangan sampah ke tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) hingga ketidak pedulian warga tentang pengelolaan sampah yang baik.”Kebiasaan masyarakat masih banyak membuang sampah seenaknya, tidak disiplin membuang sampah ke TPSS yang disediakan. Padahal sudah ada ketentuan waktu dan tempat pembuangan sampah. Sikap mental masyarakat yang membuang sampah sembarangan ini ikut memberikan pengaruh buruk terhadap keindahan, ” ujar Riza.

Wako Riza menghimbau peserta apel pagi itu untuk berkomitmen dalam mengatasi masalah sampah.”Untuk itu, kepada semua kita yang hadir dalam apel peduli sampah ini, saya minta memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengelolaan sampah di Payakumbuh. Jika ada yang melihat warga membuang sampah seenaknya dan sembarangan, jangan takut dan dibiarkan, mari kita tegur, ” ajak Riza kemudian.

Pada kesempatan tersebut, Walikota juga menyampaikan beberapa blue print tindakan antisipatif terhadap pengelolaan sampah di Payakumbuh. Diantaranya dengan memperbaiki TPSS resmi di jalan utama, menggencarkan sosialisasi terhadap aturan hukum pembuangan sampah, membentuk pilot project pengelolaan sampah di kelurahan.

Membuat tempat pengolahan pupuk organik (TPPO)  di setiap kecamatan sebagai pengganti trans ferdepo, mengaktifkan bank sampah di setiap kelurahan dan sekolah serta meningkatkan koordinasi dengan perangkat daerah dan stakeholder lainnya dalam pengelolaan sampah.

Sementara iu, Kepala Dinas Lingkungan. Hidup, Jhon Kennedy melaporkan bahwa kegiatan apel terpadu tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya, serta sebagai sosialisasi perda No 4 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah.”Saat ini masih banyak kita temui warga yang membuang sampah sembarangan, padahal jadwal pembuangan sampah sudah ditetapkan yaitu pada pukul 18.00 wib sampai jam 06.00 pagi.

Tidak hanya itu, kondisi di pusat pertokoan bertingkat dan ruko di sepanjang jalan Soekarno Hatta, Tan Malaka dan lainnya juga masih belum baik pengelolaan sampahnya . Sebagian becak sampah kelurahan masih banyak yang tidak membawa sampahnya ke Transper Depo seperti ke Nunang atau di Tanjung Pauh sesuai dengan waktu yang ditetapkan, ” ungkap Jhon Kenedi. kemudian.

Kegiatan apel terpadu yang direncakan akan digelar setiap bulannya tersebut dihadiri pula Sekretaris Daerah Benni Warlis, sejumlah pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, serta para petugas becak sampah yang ada di kelurahan.(Rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here