Sumbartime.com, Kabupaten Solok. — Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa telah terjadi dihampir semua tempat, mulai dari pusat hingga ke daerah.
Hal itu mendorong pemangku kepentingan untuk belajar bagaimana menangani hal tersebut supaya tidak berdampak besar terhadap ekonomi. Agaknya, hal itu pula yang dilakukan oleh Anggota Komisi I DPRD Kepulauan Mentawai. Mereka datang ke Solok pada hari Jum’at (5/7) dan diterima oleh Sekda diwakili Asisten II Deni Prihatni, ST. Rombongan DPRD dari Kepulauan Mentawai dipimpin oleh Yohanes Pardede, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Mentawai.
“Kami kesini untuk sharing informasi mengenai pengendalian inflasi karena ini harus diatasi supaya tidak berdampak pada ekonomi kita didaerah,”ucap Yohanes.
Kata dia, pihaknya akan belajar kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Solok karena pemerintah di daerah tersebut sudah melakukan pengendalian inflasi daerah dan membangun pertahanan pangan yang mumpuni.
Dalam kesempatan itu, Asisten II Deni Prihatini mengemukakan bahwa permasalahan pengendalian inflasi di tiap daerah bervariasi, penanganannya tergantung potensi didaerah itu sendiri. “Dikabupaten Solok sendiri kita penekanannya lebih kepada beberapa komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih dan cabe melalui beberapa upaya seperti menggelar pasar murah, gerakan menanam dipekarangan rumah, monitoring harga pasar, subsidi transportasi, pembenahan jalan usaha tani, dan irigasi,”kata Deni.
Selain itu, terang Deni, Pemkab Solok juga menjalin kerjasama dengan BUMD diluar Kabupaten Solok dengan saling bertukar produk.
Terakhir, kedua belah pihak melakukan diskusi terkait pengendalian angka inflasi dan potensi kerjasama antara kedua pemerintah daerah tersebut. (Risko)


















