Aksi Tembak Menembak Terjadi di Panam Pekanbaru, Polisi Pecatan Tewas Diterjang Timah Panas

lokasi tembak menembak polisi dengan duo bandit

SUMBARTIME.COM-Aksi tembak tembakan pecah pada Selasa (23/7) pagi sekira pukul 07.00 WIB, di kompleks perumahan Palma Recedence, Jalan HR Soebrantas, Gang Sepakat, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umam (Ditkrimum) Polda Riau terlibat tembak menembak dengan 2 orang burunan penjahat internasional dan satu diantaranya adalah seorang polisi pecatan.

Iklan

Menurut keterangan resmi Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, penggerebekan pada Selasa Pagi tersebut adalah merupakan hasil pengintaian dalam beberapa waktu terhadap seorang bandit bernama Satriandi (29) yang terkenal sadis dan masuk dalam daftar buronan.

Di jelaskan Satriandi merupakan seorang polisi pecatan yang pernah bertugas di Polres Rohul. Dirinya dipecat karena terlibat dalam jaringan bisnis Narkoba memiliki ribuan pil ekstasi. Dalam aksi pertualangan Satriandi di dunia kriminal, tercatat pernah menembak mati koleganya sesama bandar narkoba selanjutnya kabur dan ditangkap di kawasan Batipuh, Sumatra Barat.

Dalam masa penghukuman di lapas klas II A, pelaku berhasil kabur setelah sempat menyandra seorang petugas lapas dengan senjata api. Selanjutnya pelaku berpetualang dalam dunia kriminal baik nasional maupun internasional.

Dalam penggerebekan pada Selasa pagi di perumahan Palma Resedence, Tampan, Pekanbaru, terjadi aksi tembak menembak antara polisi dengan Satriandi dengan seorang temannya. Setelah terlibat aksi tembak menembak dan kejar kejaran Setriandi dan temannya bernama Ahmad Royan tewas diterjang timah panas polisi.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan di rumah pelaku adalah dua pucuk senjata api laras panjang, dua pucuk senjata api laras pendek dan satu buah granat ledak.

Sebelum terjadi aksi tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya kedua tersangka, polisi terlebih dahulu mengamankan satu orang teman dari dua tersangka yang bernama Randi Novrianto. Dari hasil intrograsi, Randi menyebutkan jika di dalam rumah masih ada dua orang tersangka lagi.

Selanjutnya polisi langsung mengepung rumah tersebut dan terjadilah peristiwa tembak menembak tersebut, papar Irjen Pol Widodo. (kr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here