AKBP DONY SETIAWAN ” KEDATANGAN BRIGJEND POL Drs. KHASRIL MENYULUT  SEMANGAT PEMERINTAH KOTA SOLOK

PERTEMUAN KAPOLRES SOLOK KOTA DENGAN KEPALA BNP SUMBAR

SUMBARTIME.COM-Kunjungan Kepala BNN Provinsi Sumbar, Brigjend Pol Drs. Khasril  kekota Solok pada Kamis, 2 Agustus 2018, adalah berkaitan dengan Moratorium pembentukan BNN di Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia, dan kehadiran Sang Jendral Polisi itu disambut oleh Kapolres Solok Kota dan Walikota Solok, diruangan orang nomor satu dikota Solok tersebut.

Dalam kesempatannya itu Sang Jendral memaparkan segala bentuk upaya dan tindakan BNN untuk masyarakat yang menjadi pengguna dan pengedar narkoba, serta memaparkan tujuan terselubung dari negara lain dalam memasok narkoba ke Indonesia.

Kapolres Solok Kota mengatakan,
wejangan yang diberikan oleh Jendral Bintang satu itu bagaikan tiupan angin segar untuk kota Solok, dan sekaligus menjadi sebuah motifasi dan ransangan untuk memacu semangat  kita bersama dalam memerangi penyalah gunaan Narkotika di Sumatera Barat khususnya kota Solok.

Menurut AKBP Dony Setiawan, sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Brigjend Polisi Drs. Khasril, boleh dikatakan bahwa banyaknya pasokan narkotika dari negara lain ke Indonesia, merupakan bagian dari upaya negara lain tersebut untuk melemahkan bangsa Indonesia yakni dengan cara merusak SDM melalui penyalah gunaan Narkotika.

Menurut Kapolres Solok Kota, kepala BNN Sumbar juga mengatakan bahwa
Sumatera Barat merupakan jalur permintaan daerah-daerah tetangga seperti daerah Medan, Riau dan Jambi, karena Sumbar merupakan akses yang mudah untuk keluar masuknya Narkotika.

Berdasarkan dari pada itu perlu adanya kerjasama antara pemerintah di Sumbar serta Stakeholder yang ada untuk memperkuat pertahanan masayarakat dari pengaruh peredaran dan penyalahgunaan Narkotika.

” Untuk membentengi masyarakat dari lingkaran setan itu bisa dimulai dengan memberikan Sosialisasi disekolah sekolah yang ada atau juga mendirikan kampung anti Narkoba ” ungkap Kapolres Solok Kota menirukan paparan Brigjend Polisi Drs.Khasril mengakhiri.

Sementara itu nada serupa juga disampaikan oleh Walikota Solok, dikatakannya sesuai dengan
data Kesbangpol Kota Solok, sampai Juni 2018 telah terdapat 24 kasus narkoba, dan untuk kota kecil angka tersebut merupakan angka yang sangat mengkhawatirkan.

Zul Elfian mengatakan, tinggi nya angka kasus Narkoba dikota Solok juga dilatar belakangi oleh posisi kota Solok yang sangat strategis yakni sebuah kota perlintasan, sehingga menjadi sasaran empuk bagi bandar narkoba dalam menjalankan sistimnya yang seakan akan telah terkemas dengan rapi, ungkap Walikota Solok itu mengakhiri. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here