Sumbartime.com-Jajaran Polres Solok Kota kembali menggagalkan aksi tawuran remaja antar daerah, sebanyak 36 orang anak dibawah umur yang terdiri dari pelajar dan anak putus sekolah dan senjata tajam (Sajam) beserta 15 kendaraan roda dua yang dipergunakannya, berhasil digelandang ke Mapolres Solok Kota, Sabtu malam 24 Maret 2018, sekira pukul 08.30 Wib.
Penangkapan terhadap 36 orang anak dibawah umur itu, merupakan hasil dari operasi cipta kondisi yang rutin dilakukan oleh jajaran Polres Solok Kota, dan pada operasi malam itu dipimpin lansung oleh Waka Polres Solok Kota Kompol Sumintak,SH, yang diikuti oleh, Kasat Sabhara AKP Poniman, Kasat Lantas Iptu Rifaizal Samual, Kasat Binmas Iptu Indra, dan perwira beserta personil Polres Solok Kota lainnya.
Kompol Sumintak menerangkan, penangkapan beserta pengamanan barang bukti tersebut dilakukan disaat para remaja itu sedang menunggu lawannya yang akan datang dari kota Padang, dan rencana mereka aksi tawuran akan dilakukannya dikawasan jalan lingkar kota Solok. Saat penangkapan dilakukan tidak terjadi perlawanan yang berarti namun sempat terjadi kejar kejaran antara anggotanya dan para pelajar dan anak putus sekolah tersebut.
Dari hasil pemeriksaan dan pendataan sementara yang dilakukan oleh petugas Polres Solok Kota, 36 orang yang terdiri dari pelajar dan anak putus sekolah itu berasal dari daerah yang berbeda, diantaranya dari daerah Padang Panjang, Kabupaten Solok, Tanah Datar, dan kota Solok, sementara itu mereka menunggu lawannya yang merupakan gerombolan remaja dari ibu kota propinsi Sumatera Barat.
Sampai pemeriksaan pada malam itu, belum diketahui secara pasti penyebab banyaknya remaja dari daerah lain yang akan melakukan tawuran di kota Solok, dan keseluruhan remaja itu beserta berbagai Sajam dan 15 unit kendaraan roda dua milik mereka diamankan di Mapolres Solok kota untuk kepentingan pemeriksaan selanjutnya, ungkap Waka Polres Solok Kota seraya memperlihatkan data nama nama para pelajar dan anak putus sekolah tersebut.
Antara lain mereka adalah, Fadli Nanda Al Zikra (pelajar SMPN 4 Kota Solok), Arif Maharani Fadli (SMPN 5 Kota Solok), Rivaldo (kelas 1 SMA Junjung Sirih Kab.Solok), Adildas (KelasVII SMPN 3 Kota Solok), Reza Respratama (Tamatan SD asal Solok), Zikri Andrian (Tamatan SMP asal Muara Pingai,Kab.Solok), Firdani Riksa (Pelajar SMA Junjung Sirih).
Michel Mazis (SMA Junjung Sirih), Yoga Agustin (kelas 1 SMP Koto Anau), Permadi Rama Kusuma (SMAN 3 Solok), Metri Ramadani (tamatan SMA asal Solok), Roni Saputra (Pedagang asal Muara Panas). Alfian (putus sekolah asal Solok), Geno Arianza (Smp Paninjauan Kab. Solok),
Debi Trihatmaja (tamatan SMP asal Solok), Reval (pelajar SMA Padang Panjang), Hendi Ramayuda (putus sekolah asal Singkarak), Fajar Ilham (putus sekolah asal Solok), Gilang Ramadhan (putus Sekolah asal Solok), Rival Armaida (SMK 2 Kota Solok),
M. Indriyoga (SMP 3 Paninjauan Kab. Solok), Gautama Hadafi Putra (SMP Aripan Kab. Solok), Widi Alfino (SMP Padang panjang), Deni Kurnia (SMP Padang Panjang), Zulfikar (SMP Padang panjang), Ilham Akbar (SMP Padang panjang). Eka Rizaldo (putus sekolah asal Panyangkalan Kab.Solok).
Ariza Nanda (SMA kelas 1, Aripan), M. Idris (SMP, taratak tanah garam), Robi Astakfi (SMP Padang panjang), Ari (SMP Padang panjang), M. Rafa (SMP Padang Panjang), Nasrizal (SMA Batipuh Tanah Datar), Oki Dwi Putra (SMP Aripan), M. Taufik Hidayat, SMP Kelas 3, Padang ,dan Niko (SMA, Guguk Buluh Kota Solok)
Dari data yang dirangkum Sumbartime.com di lokasi rencana tawauran pada malam itu, sekira jam 01, 50 Wib, rombongan remaja dari kota Padang sampai dilokasi, namun mereka dikejar oleh warga setempat (Tanah Garam dan Bandar Panduang Kota Solok) dan dipaksa dengan cara kasar untuk meninggalkan kawasan jalan lingkar dan kembali ke kota Padang.
Sementara itu dari informasi warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, sebelumnya para pelajar dan anak putus sekolah itu terlihat menyembunyikan senjata tajam milik mereka dibawah jembatan yang ada dilokasi itu, dan sebagiannya disembunyikan dibalik semak sisi jalan lingkar tepatnya tidak jauh dari jembatan tersebut. (Gia)





















