BUKITTINGGI – Kepala Dinas Koperasi UKM kota Bukittinggi, Mihandrik, mengungkapkan bahwa setiap tanggal 12 Juli masyarakat Indonesia memperingati Hari Koperasi Indonesia. Sebagaimana diketahui, Bapak Koperasi Indonesia adalah Muhammad Hatta, seorang tokoh nasional asal Bukittinggi.
Hal itu ditegaskan Mihandrik didampingi oleh Kabid Sesri saat hadir pada diskusi Ngobrol Santai bersama para pengurus beberapa kelompok koperasi kota kelahiran Bung Hatta di Sekretariat Koperasi Konsumen Keluarga Insan Amanah (KIA) di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, Kota Bukittinggi, Sabtu (6/7/2024).
Mengawali diskusi, Mihandrik menyampaikan pesan yang selalu ditekankan oleh Walikota Bukittinggi, Erman Safar, yakni inkubasi koperasi dengan prinsip hilirisasi dari hulu ke hilir, di mana hasil akhirnya adalah tercapainya koperasi yang berdaya.
Ia mengharapkan seluruh koperasi yang ada untuk berbenah dalam hal pembukuan dan manajemen. Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Bukittinggi akan objektif mencari 30 koperasi terbaik yang akan dimasukkan ke dalam program inkubasi.
“Sekitar 30 koperasi akan kita rangking lagi menjadi 5 terbaik dan akan dijadikan pilot projek kota Bukittinggi,” ujarnya.
Acara Ngobras ini membuka ruang diskusi terkait ide dan gagasan untuk kemajuan koperasi di Kota Bukittinggi. Ia menegaskan pentingnya peran koperasi dalam pembangunan ekonomi ke depan.
“Sebagai badan usaha yang berlandaskan prinsip gotong royong dan kekeluargaan, koperasi bukan hanya berfungsi sebagai alat ekonomi tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, selain membuka ruang diskusi, acara Ngobras digelar untuk memperkuat gerakan koperasi di kota tersebut. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk saling berdiskusi dan memperkuat sinergi antara gerakan koperasi dan Pemerintah Kota Bukittinggi.
“Koperasi memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami dari Pemerintah Kota Bukittinggi siap menerima masukan dan saran dari seluruh peserta koperasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi, Sesri, menambahkan bahwa Dinas Koperasi juga melakukan Sosialisasi Pengembangan Sistem Informasi dan Laporan Koperasi. Sosialisasi ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pelaporan serta pengelolaan koperasi di Kota Bukittinggi.
“Gerakan koperasi di Kota Bukittinggi terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi daerah,” katanya.
Ketua Koperasi Konsumen Keluarga Insan Amanah, Zain Ibnu Qalis mengatakan, acara Ngobras ini juga diharapkan dapat menjadi wadah rutin untuk saling bertukar informasi dan memperkuat jaringan antar koperasi di Kota Bukittinggi.
Om Zal, pengurus Koperasi P2KL Pasar Atas Bukittinggi, mengungkapkan bahwa koperasi simpan pinjam yang ia kelola pernah berjaya di Bukittinggi sebelum kebakaran melanda pusat pertokoan Pasar Atas pada 2017 silam.
“Semua anggota kita adalah pelaku UMKM di kawasan pasar. Waktu itu simpanan anggota hampir Rp5 miliar, saat ini hanya Rp26 juta dari 200 lebih anggota,” ungkapnya.
(Alex)




















