Sumbartime.com, Kabupaten Solok. — Tim dari perusahaan Eratani menemui Bupati Solok di Cambai Hill Nagari Alahan Panjang, Rabu (18/4). Kedatangan mereka kesana disambut oleh Bupati Solok, Capt. H. Epyardi Asda.
Kedatangan tim dari Eratani ke Solok adalah untuk menjalin kerjasama bidang pertanian, terutama dalam pembinaan petani serta peningkatan produksi padi dan pengembangan usaha. Hal itu kemudian disambut baik oleh Bupati selaku Kepala Pemerintah Daerah.
“Kami sangat terbuka dengan investor, termasuk dibidang pertanian. Asal, kerjasama dilakukan dengan semangat saling menguntungkan, untung eratani, untung pula petani di Solok,”kata Bupati kepada tim Eratani, perusahaan Startup agri-tech itu.
Sementara Vice President of Operations Eratani Adwin Pratama menjelaskan Eratani merupakan perusahaan Startup yang bergerak di bidang Pertanian dengan fokus utamanya membantu petani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Dengan kata lain tujuan utamanya ialah bagaimana agar perusahaan dapat bekerjasama dengan petani untuk bisa lebih meningkatkan hasil produksi dan pada akhirnya dapat mensejahterakan petani,”katanya.
“Alhamdulillah niat baik kami diterima oleh Pemerintah Kabupaten Solok, dan harapan dengan ini maka semakin banyak kolaborasi yang dapat dihasilkan bersama-sama yang tentunya hal ini demi kesejahteraan petani,”tutur Adwin.
Bentuk kerjasama yang dapat dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Solok dan Eratani antara lain dengan membantu memberikan akses pengetahuan kepada petani, memberikan akses teknologi hingga nanti diakhir dapat berkolaborasi untuk membuat sebuah produk baru. “Dimana Beras Solok yang nanti akan dikolaborasikan dengan Eratani tentunya menjadi beras yang sangat berkualitas,”tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian Kennedy Hamzah menyampaikan melalui kerjasama ini Pemerintah Kabupaten Solok berperan dalam menyiapkan kelompok-kelompok tani untuk menjalin kerjasama dengan Eratani dalam hal guna memastikan para petani dapat menyerap ilmu dengan tujuan peningkatan produksi dan efisiensi penggunaan peralatan pertanian.
“Pemerintah nantinya juga akan menyiapkan rice milling yang representatif sehingga beras solok yang diproduksi dapat dijamin kualitasnya,”kata dia. (Risko Mardianto).




















