Sumbartime – Pengumuman hasil Integrasi Seleksi Kompetensi Pengadaan (HISKP) Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PKKK) tenaga kesehatan 2023 Puskesmas Salido dan Puskesmas Lumpo, Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menimbulkan dugaan kecurangan.
Rika Oktavia Putri, pegawai honorer Puskesmas Salido, menyampaikan bahwa pengumuman kelulusan PPPK untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Salido tidak sesuai dengan hasil tes CAT yang dia ikuti.
Rika mengklaim bahwa nilai tes CAT-nya lebih tinggi daripada yang dinyatakan lulus oleh BKPSDM Pessel, dan telah menyuarakan ketidakpuasannya kepada pihak terkait.
“Saya tidak bisa terima hasil kelulusan PPPK di Puskesmas Salido Kecamatan IV Jurai sebagaimana yang diumumkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pessel tadi pagi. Sebab yang dinyatakan lulus orang yang nilainya jauh dibawah saya saat mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) pada tanggal 16 November 2023 lalu di Padang,” katanya.
“Sehingga saya menjadi bingung dan kemana lagi untuk mengadu. Pasalnya saat mengikuti tes dulu sudah dijelaskan bahwa kelulusan itu berdasarkan nilai CAT tertinggi. Sementara yang dinyatakan lulus sekarang, nilainya jauh rendah dari saya,” lanjut Rika.
Reno Anggun Santoso, honorer Puskesmas Lumpo, juga mengalami hal serupa dengan nilai tes CAT yang lebih tinggi daripada salah satu yang dinyatakan lulus.
“Saya juga tidak bisa menerima hasil kelulusan PKKK di Puskesmas lumpo. Sebab dari tiga orang yang lulus itu, satu orang nilai CAT nya di bawah saya. Satu orang yang nilai tes CAT nya di bawah saya itu adalah inisial NTM dengan nilai 374, sementara nilai saya 411,” jelasnya.
“Kalaupun tes PPPK yang saya ikuti pada tanggal 17 November 2023 lalu itu diprioritaskan bagi honorer KII, tentu kami tidak ikut. Sebab Ketentuan KII itu tidak ada dalam pengumuman. Makanya kami tidak bisa terima karena sudah merasa dikibuli oleh BKPSDM Pessel,” ungkapnya pula.
Dia menambahkan bahwa persoalan itu akan dilaporkannya secara tertulis kepada Bupati Pessel, Ketua DPRD Pessel, BKPSDM Pessel, dan BKN. “Karena ini merupakan hak saya, sehingga ini akan saya perjuangkan, dan akan membuat pengaduan secara tertulis nantinya,” tegas Anggun.
Ditegaskan Anggun lagi bahwa mereka yang lulus itu merupakan eks THK II bodong. “Karena memanipulasi SK Kategori II nya tahun 2005 hingga 2007, sebab mereka honor mulai tahun 2008,” terangnya.
Sementara itu Bupati Pesisir Selatan Pastikan Tidak Ada Kecurangan dalam Pengumuman PPPK Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, menegaskan bahwa tidak ada permainan atau kecurangan terkait pengumuman kelulusan PPPK tahun ini dalam tahapan seleksi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
“Tidak ada yang mengatur dan saya siap mempertanggungjawabkannya,” kata Rusma Yul Anwar, dikutip Pikiran Rakyat, Jumat 15 November 2023
Menurutnya, kelulusan ditentukan oleh hasil Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan oleh BKN di salah satu hotel di Kota Padang.
“Semua keputusan kelulusan berdasarkan peringkat tertinggi pada tes CAT yang diadakan oleh BKN,”lanjutnya
Ia juga menyatakan bahwa polemik yang terjadi telah mendapatkan perhatian dari pejabat terkait, dan akan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi yang lebih lanjut kepada BKN.
Bupati juga menekankan bahwa BKN harus memberikan jawaban yang rasional terkait keputusan kelulusan tersebut.
“Daerah membutuhkan lulusan terbaik untuk berkontribusi dalam pembangunan Pesisir Selatan,”tambahnya
Dirinya siap mempertanggungjawabkan bahwa tidak ada manipulasi atau permainan dalam pengumuman kelulusan PPPK.(R)





















