JAKARTA — Aksi dugaan ancam wartawan yang dilakukan oleh Direktur PT Kemuning Yona Pratama saat konfirmasi, terkait Pembangunan Seawall dan Bangunan Pengaman Pantai Sasak Kabupaten Pasaman Barat, dengan No Kontrak 04.05/ PPSDA – SDABK/ APBD/II-2023, mendapat kecaman dari Ketua Umum DPP Perhimpunan Jurnalis Siber (PJS), Mahmud Marhaba.
Kepada jurnalis anggota PJS Mahmud mengungkapkan jika dirinya sangat menyesalkan atas sikap yang kurang menghargai profesi dilakukan oleh seorang Dirut kepada wartawan tersebut.
“Narasumber wajib melayani pertanyaan atau memberikan klarifikasi sebagai bentuk hak jawab terhadap sebuah persoalan,” tegas Ketum PJS Mahmud Marhaba di Jakarta, Selasa (20/6/2023) siang.
Bagi narasumber yang tidak melayani hak jawab dengan mengabaikan berbagai upaya wartawan untuk melakukan komunikasi atau meminta klarifikasi maka jangan sesekali merasa dirugikan atas sebuah pemberitaan yang dilakukan oleh wartawan.
Kepada seseorang atau sekelompok orang yang menghalangi pekerjaan jurnalistik kepadanya dikenakan pidana sesuai pasal 18 ayat (1).
Pasal 18 Ayat (1) UU nomor 40 tahun 1999
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
“Selaku Ketua Umum DPP PJS mengutuk keras terhadap setiap upaya dari seseorang atau kelompok tertentu yang menghalangi pekerjaan wartawan,” pungkasnya.
Kronologi
Berawal dari sejumlah wartawan melakukan peninjauan terhadap pembangunan seawall yang berada di suak maligi pada selasa siang, saat sampai di lokasi rombongan wartawan itu hanya menemukan dua orang yang sedang bekerja di lokasi, dan satu orang operator alat berat yang sedang melakukan penggalian di muara suak itu.
Kemudian wartawan dari Peristiwanews, Zul Efenri (ipen) bertanya kepada salah seorang pekerja, Ia mengatakan bahwa pelaksana lapangan proyek itu baru saja keluar untuk membeli suatu keperluan, dan mereka tidak mengetahui kemana pelaksana itu.
“Dia baru saja keluar pak..!! Katanya membeli barang, kami tidak tau kemana dia perginya,” kata Ipen menirukan ucapan pekerja itu.
Menurut Ipen, setelah bertanya kepada pekerja itu, ia bersama rekan rekannya kembali keluar ke arah Simpang Empat, setelahnya ia berusaha mencari nomor Handphone (HP) direktur PT. Kemuning Yona Pratama melalui profil perusahaan itu di internet. Dengan nomor 081378
Setelah mendapatkan nomor HP itu Ipen kemudian menelpon orang yang diduga sebagai direktur PT. Kemuning Yona Pratama itu. Sesaat kemudian langsung diangkat dan terjadilah percakapan antara Ipen dan direktur.
“Apakah benar ini nomor nya pak Dirut PT. Kemuning Yona Pratama? benar ini dengan saya sendiri,” kata Ipen.
Kemudian Ipen meminta nomor HP pelaksana lapangan yang mengawasi pembangunan itu, menurut Ipen Ia perlu nomor kontak orang itu untuk konfirmasi karena saat ditemui pekerja di lokasi itu tidak ada yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Setelah itu direktur menjawab akan mengirim nomor kontak pengawas lapangannya melalui whatsApp (WA), setelah ditunggu namun yang mengaku direktur itu tidak juga mengirim nomor kontak pengawas lapangannya. Kemudian Ipen menghubungi kembali direktur itu melalui pesan Chat WA.
Chat WhatsApp
“Ok, makasih bapak, berarti bapak tidak kooperatif terhadap wartawan, selaku kontrol sosial terhadap kinerja sebuah pembangunan yang memakai dana APBN, kami selaku kontrol sosial tidak akan menghubungi bapak lagi, kita akan koordinasi dengan pihak terkait, terimakasih, ini lah chat whatsapp saya ke direktur itu,” ucap Ipen.
Lalu sesaat kemudian orang itu kembali menelpon Ipen via WA, ia mengatakan, ngapain itu kau permasalahkan, anjing kau..! Babi kau..! Katanya kepada Ipen. Kemudian Ipen mengatakan jangan pake anjing anjing segala pak, saya kan konfirmasi baik baik meminta nomor kontak pengawas lapangan bapak.
Ancaman
Setelah itu tiba tiba nomor kontak itu juga mengirim pesan melalui whatsApp, ini kau kan, tunggu aja kemana pun aden siap ladeni kau tu sampai lubang semut pun, dengan menampilkan screen shot foto propil whatsApp Ipen, lalu Ipen menjawab, ok siap kita tunggu.





















