SUMBARTIME.COM-Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadis Parpora) Kabupaten Limapuluh Kota, Desri Imam dibuat meradang oleh ulah segelintir oknum warga yang tinggal di seputaran pintu gerbang objek Wisata Lembah Harau.
Pasalnya, diketahui segelintir oknum warga tersebut kedapatan sedang melakukan aktifitas pungli terhadap pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat saat memasuki kawasan destinasi wisata setempat pada Sabtu (15/5) malam sekira pukul 21.00 WIB.
Padahal menurut Desri, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas Parpora telah mengeluarkan surat imbauan dan edaran terhitung dari tanggal 11 Mai 2022 agar tidak memungut biaya masuk dalam kawasan Lembah Harau terhadap para pengunjung di luar jam 08.00 WIB- 17.00 WIB, ungkapnya.
Melampiaskan kekesalannya Desri melalui akun medsos miliknya menuliskan caption komentar dengan me unggah video rekaman dugaan pungli yang dilakukan oleh segelintir oknum warga di gerbang masuk objek Wisata Lembah Harau.
Dalam akun Facebook miliknya bernama @Desri Imam Mudo, dirinya menuliskan,“WALAU SUDAH ADA LARANGAN DAN SURAT EDARAN….TERNYATA PEMUNGUTAN LIAR ( PUNGLI ) OLEH OKNUM2 DI GERBANG TIKET MASUK HARAU MASIH TERUS BERLANSUNG….MEREKA TAK TAKUT2 DAN SEGAN2 UNTUK MEMINTA UANG PADA PENGUNJUNG YG MASUK PADA MALAM HARI….SAKSIKAN VIDEO2 INI…”
Selain menuliskan komentar untuk melampiaskan kekesalannya, yang bersangkutan juga mengunggah video rekaman dugaan pungli yang dilakukan oleh segekintir oknum warga setempat di gerbang pintu masuk Objek Wisata Lembah Harau.
Saat dikonfirmasi awak media, Sabtu 15 Mai 2022 malam hari, Desri membenarkan cuitannya di akun Facebook miliknya terkait dugaan aksi bandit jalanan yang dilakukan oleh segelintir oknum warga terhadap para pengunjung wisata.
Menurutnya, sudah ada surat himbauan kepada warga untuk tidak memungut uang masuk diluar batas jam yang telah ditentukan. Namun segelintir oknum yang kedapatan melakukan pungli tersebut sepertinya tidak mengindahkan himbauan dari Pemkab, bebernya.
“Jelas tindakan kurang terpuji dari segelintir oknum warga yang melakukan pungli itu bisa merusak citra Pariwisata Kabupaten Limapuluh Kota, khususnya Lembah Harau,” sambung Desri lagi.
Terpisah menanggapi tulisan Kadis Parpora di akun medsos miliknya itu terkait dugaan pungli yang dilakukan segelintir oknum warga di gerbang masuk Lembah Harau, warganet mengatakan itu bukanlah hal yang baru. Menurut para nitizen, pungli di gerbang masuk Lembah Harau tersebut sudah cerita klasik yang tak kunjung mendapatkan solusi, ungkap mereka.
Warganet berharap agar Kadis parpora Kabupaten Limapuluh Kota jangan hanya cuman bisa mengeluh dan meratap di medsos saja, namun juga bisa dengan serius mencari solusi agar pungli benar benar hilang di kawasan Lembah Harau terutama di gerbang pintu masuk, papar mereka. (aa)




















