• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 190

Sumbar Time by Sumbar Time
21 Agustus 2021
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
81
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Malah memberi isyarat untuk menghindar dari sana.Perlahan mereka kembali turun, lalu pulang keapartemennya.

ADVERTISEMENT

Dari jendela apartemennya si Bungsu kembali mengintip dengan hati-hati, lelaki itu sudah tak terlihat lagi bayangannya.Kemana dia?pergi dari sana?Tak mungkin.

ADVERTISEMENT

Si Bungsu berfirasat bahwa lelaki itu masih disana dengan bedilnya.Lama dia mencari tahu,dan tiba-tiba,secara samar-samar dia kembali melihat bayangan si lelaki. Nampaknya dia tidak meneropong tetapi justru membidik dengan bedilnya.

Meski tak terlihat jelas,namun si Bungsu yakin,lelaki itu tengah membidikkan bedilnya.Kemana lelaki itu membidikkan bedilnya?Si Bungsu melayangkan pandangan kearah jalan raya,ketempat dimana kira-kira bedil itu di arahkan.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Di jalan, ratusan mobil sedang berseliweran.Dia menanti bunyi letusan.Lama tapi tak satupun letusan terdengar.Atau bedil orang itu pakai peredam?Ya,barangkali pakai peredam suara.

Dia menoleh lagi kejendela itu.Apakah kaca nya sudah pecah akibat peluru?Tidak.Kaca jendela ditingkat enam itu kelihatan masih utuh.Namun lelaki itu sudah tak kelihatan lelaki itu bayangannya.

Tapi si Bungsu yakin,lelaki itu masih disana.Masih dalam ruangan kosong itu. berjaga-jaga,apa yang dia nanti?Dia melayangkan lagi pandangannya kebawah. Saat itu semacam iringan-iringan kendaraan yang agak teratur kelihatan lewat di bawah sana.

Di depan didahului kendaran polisi beberapa buah,sepeda motor dan kendaraan bak terbuka. Dan waktu itu pintu di ketuk.Si Bungsu bergegas ketika pintu di buka,Angela tegak disana dengan pakaian dinasnya.Begitu melihat si Bungsu dia segera memeluk lelaki itu.

“Hei,ada apa?”Angela tak segera menjawab.Dia mencium si Bungsu.
“Saya khawatir,kamu sudah pergi….”katanya sambil menatap dalam-dalam ke mata si Bungsu.Si Bungsu hanya tersenyum.

“Saya memang sudah pergi,tapi karena tidak tahu jalan,kembali lagi kemari..” Angela tersenyum.dan masuk mengganti pakaian.
Si Bungsu kembali kejendela.Menatap kejalan raya.Iringan kendaraan bermotor yang di dahului mobil polisi itu sudah lewat.Lenyap di ujung sana.

“Ada apa disana?”tanya Angela yang sedang berganti baju.
“Tadi ada iring-iringan yang didahului mobil polisi…”
“Itu ujicoba rute yang akan di lewati Presiden Kennedy besok..”si Bungsu tiba-tiba tertegun.

“Presiden Kennedy?”
“Ya,ada apa?”
“Dia akan lewat disini besok?”
“Ya,bukankah malam tadi orang-orang FBI yang memeriksa kamar kita sudah memberi tahu..?”

“Ya,Tuhan..”
“Ada apa?”
“Kemarilah,..cepat..!”Dengan hanya melilitkan handuk ditubuhnya,Angela mendekat ke jendela,dan memeluk si Bungsu dari belakang.Langsung mengecup tengkuk lelaki itu.

“Hei nanti dulu,lihatlah kegedung tua itu..”
“Ya,sejak kemaren saya sudah melihatnya…”
“Lihat jendela tingkat tujuh yang paling pinggir…”
“Ya,saya melihatnya.Jendela persegi empat,berbeda dengan yang lainnya.

Berbentuk loncong mirip bangunan timur tengah…”
“Kau lihat sesuatu di balik jendela kaca itu?”
“Tidak..”
“Ya,sekarang memang tidak.Tapi untuk kau ketahui,di balik jendela itu ada seorang lelaki bertubuh atletis,rapi dan berbedil pakai peredam suara…”
“Mana..?”

“Sekarang tak kelihatan.Barangkali dia sedang makan.Dia membawa bekal makanan dalam kardus..”
“Lalu..?”

“Hei,apakah kau tidak menangkap sesuatu yang mencurigakan dari keterangan ku tadi tentang orang itu?Besok Presidenmu akan lewat dibawah sana.Sementara malam tadi FBI menggeledah tempat ini. Kau sendiri mengatakan bahwa ribuan polisi dan aparat keamanan dikerahkan untuk menjaga keamanan kunjungan Presiden itu.

Kau juga bilang kota ini adalah kota para pembunuh,kota bandit.Presiden itu datang kemari untuk menemui kematiannya.Kini gedung itu ada seorang berbedil,sejak tadi asyik membidik ke bawah dengan bedil panjangnya.Apakah itu tak…”

Si Bungsu berhenti bicara. Sebab Angela sudah memutar nomor telepon. Wajah nya kelihatan serius.Dia menanti sambungan dengan sedikit tegang.

“Hallo,markas…”di menyebut sebuah nomor kode,kemudian memperkenalkan kodenya. Dia menceritakan apa yang tadi diceritakan si Bungsu.Nampaknya lawan bicara nya meminta penjelasan identitasnya,juga identitas si Bungsu.

Angela menyebutkan keterangan yang dimina itu,kemudian meletakkan gagang telepon.
“Anda benar,sayang.Nah,saya sudah melapor kemarkas darurat FBI dikota ini. kini itu bukan urusan kita lagi..”si bungsu menatap Angela.
“Apakah kau tidak menyukai presidenmu itu?”
“Kenapa?”
“Saya melihat sikap tak acuhmu terhadapnya..”

“Saya tak dapat mengatakan apakah suka atau tidak.Terlalu banyak hal lain yang saya pikirkan.Sehingga saya tak sempat memikirkan apakah akan menyukai orang lain atau untuk membencinya..”

“Angela,dengarkan.Kau tak bisa percaya begitu saja atas orang yang menerima laporanmu tadi.Ini menyangkut nyawa presidenmu.Apakah kau tak merasa perlu melapor kesatuan mu sendiri?”Angela menatap lelaki itu.Matanya menyinarkan kekaguman.

“Well,engkau benar ,darling.Saya akan telepon saya untuk melaporkannya..”
Berkata begitu dia lalu bergerak ke telepon.Namun saat itu telepon berdering.
“Nah,ini pasti telepon dari markas saya…”Kata Angela.
Dia mengangkat telepon.Telepon itu memang dari markasnya.

“Angela,disini Norris.Sebaiknya kau dan teman lelaki asing mu itu menghindar secepatnya dari apartemenmu itu..”Angela kaget.
“Norris..?”
“Ini perintah,Angela…!”
“Tapi…”
“Saya baru ditelepon oleh CIA…”

Dan telepon terputus. Angela termenung. Menatap si Bungsu yang juga tengah memandangnya dengan diam. Angela penasaran,dia memutar telepon kemarkasnya.

“Norris..?”
“Ya…”
“Ada apa sebenarnya..?”
“Yang tadi aku sebutkan itulah semuanya,Angela…”
“Tapi..orang digedung tua itu…?”

“Menurut CIA itu adalah petugasnya yang tengah menjalani tugasnya..”
Telepon diputus kembali.Angela meletakkan telepon dengan jengkel.Di luar terdengar suara ribut ribut. Suara Elang Merah. Suara perkelahian. Si Bungsu cepat membuka pintu.Elang merah terlihat tengah bergumul dengan seorang lelaki,yang seorang lagi tegak dipintu.

Begitu melihat si Bungsu dipintu,lelaki itu meraih kantong jasnya,si Bungsu cepat menendangnya.tangan yang kena tendang terdengar berderak,dia terpekik.
“Kami dari FBI…!!”teriak orang itu.

Si Bungsu mengurungkan niatnya untuk menyerang. Elang Merah melepaskan cekikannya pada lelaki yang seorang lagi.
“kami ditugaskan untuk menyuruh anda meninggalkan kamar ini..”ujar lelaki yang kena tendang si Bungsu tadi.
Mereka saling bertatapan.

Angela, si Bungsu dan Elang Merah.
“Anda datang seperti merampok,mengintip-intip..”ujar Elang Merah.Kedua orang itu tak berkata.
“Ada apa,sebenarnya..?”ujar Angela.

“Kami tak tahu,kami hanya diperintahkan untuk menyampaikan pada anda agar mencari tempat lain…”
Si Bungsu bertukar pandang dengan Angela.

“Baik,kami akan pergi…”Kedua lelaki itu ngeloyor pergi.Mereka bertiga segera masuk kekamar.
“Mulai ada yang aneh..”ujar si Bungsu sambil matanya menatap kejalan lewat jendela.Kemudian menatap kekanan,kearah gedung tua pustaka itu.

“Saya tak yakin orang tadi anggota FBI…”kata Angela.
Si Bungsu menatapnya.
“Kita lupa menanyakan identitasnya…”ujar si BUngsu.
“Bagaimana,kita pergi dari sini?’tanya Angela.

“Saya rasa harus,saya mencium sesuatu yang tak beres…”ujar si Bungsu.
Matanya kembali menatap kegedung dikanan itu.tapi bayangan lelaki itu tidak kelihatan bayangannya.

“Mungkin orang yang diatas sana FBI atau CIA..”katanya pelan.
“Maksudmu?”
“Saya,..Entahlah!Tapi saya rasa orang itu bukan mengawasi terjadinya huru-hara..Saya tak tahu bagaimana persisnya.Namun..sebaiknya kita pergi…”

Mereka berkemas seadanya.Namun ketika akan pergi si Bungsu berhenti, menatap Angela.

“Apakah tidak sebaiknya sekali engkau melaporkan orang yang diseberang sana kepada pihak yang berwajib..?”Angela menggeleng.
“Saya sudah melaporkan hal itu,dan laporan kemarkas tadi di sahuti Norris,di rekam dengan pita khusus..”

“Apakah semua telepon yang masuk kesana direkam seperti itu..?
“Ya,Seluruh percakapan di markas itu direkam…”mereka segera turun dari Flat itu.

“Kemana kita?”tanya si Bungsu sesampai dibawah.
Namu pertanyaannya belum usai,ketika Angela tiba-tiba menarik tangannya memasuki sebuah gang diikuti oleh Elang Merah.
“Ada apa?”
“Ssst..!”

Di luar gang terdengar derap sepatu memasuki lift.Mereka bergegas menghindar,sesampai diluar menyetop sebuah taksi.

“Ada apa..?”kembali si Bungsu bertanya setelah berada di dalam taksi.
“Lelaki yang datang tadi,seorang diantara mereka adalah polisi Dallas yang setahun lalu direkrut CIA.Mereka pasti ketempat kita…”
Sepi sesaat.

“Kemana kita..?”si bungsu bertanya.
“Bagaimana kalau kita ketempat Yoshua..?”si Bungsu mengangguk.Ya,kesanalah
kerumah Indian yang baik hati itu tempat mereka menghindar yang baik.Rumah itu terletak dala hutan yang jarang diketahui orang.

Di sebuah persimpangan,Angela menyuruh taksi itu berhenti,mereka turun dan membayar.Kemudian berjalan dua blok. Lalu menyetop sebuah taksi, naik setelah menyebutkan suatu arah.
“Kita harus menghilangkan jejak…”bisik Angela pelan.

Setelah tiga kali bertukar taksi,mereka baru meneruskan perjalanan ke rumah Yoshua. Indian itu tegak di depan rumahnya ketika mereka sampai. Dia tersenyum, istrinya tegak disampingnya. Angela memeluk Elizabeth. Tanpa bicara mereka masuk kerumah.

Esok paginya Angela pamitan untuk bertugas.Hari itu seluruh anggota polisi Dallas siaga penuh atas kedatangan Presiden Kennedy.Tapi siangnya seisi rumah itu tersentak kaget,tatkala radio Amerika yang menyiarkan kunjungan Presiden itu tiba-tiba menghentikan acaranya.Dalam nada yang duka,menyiarkan bahwa Presiden Kennedy telah meninggal dunia.
Mati terbunuh!

Pengumuman itu singkat saja,dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Amerika dan nyanyian duka.Sore harinya,seisi rumah yang memang menantikan pengumuman lebih lanjut,melihat dalam acara televisi peristiwa pembunuhan itu bermula.Kelihatan mobil iringan yang paling depan adalah mobil polisi yang didahului oleh dua belas polisi bersepeda motor.Menyusul Jep,kemudian dua lagi sedan berwarna hitam.

Di belakangnya terlihat Kennedy dalam sebuah mobil sedan terbuka.Dia duduk di bahagiam kanan.Di kirinya duduk istrinya Jaqqueline.Kedua mereka memakai pakaian warna gelap.Di belakang mobil Presiden ada mobil lainnya. Presiden melambaikan tangan sambil tersenyum.Televisi mengalihkan kameranya kederetan manusia yang memenuhi jalan raya,yang juga melambaikan tangannya pada Presiden.

Kemudian kamera beralih lagi pada presiden.Lalu pada istrinya yang melambaikan tangan kiri dengan senyumannya yang khas.

Di bangku kanan depan,di sebelah sopir duduk ajudan Presiden,berkaca mata hitam yang nampaknya sebagai pelindung matanya yang plarak-plirik kesegala arah dengan waspada.Mobil itu kemudian berbelok kekanan,dan di latar dilatar belakang si Bungsu melihat perpustakaan tua itu!

Hatinya berdebar melihat gedung itu,kemudian kamera kembali mengarahkan lensanya pada Presiden.Dan..persis saat itu,ya persisi saat itu terjadilah peristiwa itu.

ADVERTISEMENT

Mulanya seperti tak terjadi apa-apa. Presiden Kennedy yang tengah melambai, kelihatan turun tangannya. Kepalanya seperti akan menunduk. Istrinya yang juga melambai,dengan bibir masih tersenyum menoleh kepada Presiden.

Kepala Presiden tiba-tiba terkulai pada pangkuan istrinya.Kepalanya kelihatan berdarah!Jaqqueline Kennedy berobah wajahnya.Tangannya terangkat,menutup mulutnya, wajahnya panik. Kemudian tangannya yang menutup mulut, merangkul kepala suaminya. Dia memekik.Bajunya yang putih dilumuri darah presiden. Bersambung…

ADVERTISEMENT
Previous Post

Anggota Terlibat Kapolda Riau Marah Besar, Akan Kejar Bandar Sampai ke Lubang Manapun

Next Post

Korban Yang Ditemukan Tewas di Fly Over Kelok IX Diduga Bunuh Diri, Begini Kronologisnya

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post

Korban Yang Ditemukan Tewas di Fly Over Kelok IX Diduga Bunuh Diri, Begini Kronologisnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

12 Mei 2026
Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

9 Mei 2026
Peringati Hardiknas 2026, Stafsus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia Apresiasi Gebrakan Kapolda Sumbar di Kampus UIN IB

Peringati Hardiknas 2026, Stafsus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia Apresiasi Gebrakan Kapolda Sumbar di Kampus UIN IB

6 Mei 2026
Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026

Berita Terbaru

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

12 Mei 2026
Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

9 Mei 2026
Peringati Hardiknas 2026, Stafsus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia Apresiasi Gebrakan Kapolda Sumbar di Kampus UIN IB

Peringati Hardiknas 2026, Stafsus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia Apresiasi Gebrakan Kapolda Sumbar di Kampus UIN IB

6 Mei 2026
Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.