SUMBARTIME.COM-Dua kapal ikan berbendera China ditangkap gabungan aparat dari TNI/Polri di perairan Pulau Nipah, Kepri Riau, perbatasan Indomesia Singapura, Rabu (8/7) siang.
Mirisnya di salah satu kapal yakni di kapal Lu Huang Yuan Yu 118 ditemukan mayat Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia. Kondisi jenazah saat ditemukan oleh aparat Gabungan dari Lamtamal IV Tanjung Pinang dan Polda Kepri, masih berpakaian lengkap dan diberi selimut serta tersimpan di ruangan pendingin.
Kemudian diketahui mayat ABK asal Indonesia itu bernama Hasan Afriadi, warga Lampung. Diduga tewas akibat menjadi korban penganiayaan ABK dari Filipina.
Menurut Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman M.Si didampingi Ka Bakamla, Danlantamal IV, pada Rabu (8/7) di Lantamal Batam, mengungkapkan jika ABK asal indonesia tersebut tewas akibat diduga menjadi korban penganiayaan.
“Menurut informasi awal yang diterima ada seorang warga negara kita diduga dianiayai hingga meninggal dunia. Seperti pengalaman sebelumnya sebagian besar tenaga kerja Indonesia yang bekerja di kapal ikan asing itu diperlakukan secara tidak manusiawi,” paparnya.
Di jelaskan lagi oleh Aris Budiman, penangkapan dua kapal berendera China tersebut berawal dari informasi dari warga Indonesia yang mengatakan jika di salah satu kapal yang diamankan terdapat satu mayat ABK Indonesia yang jadi korban penganiayaan, tuturnya.
Saat ini jenazah sudah dalam penanganan tim dokter, timpal Arif Budiman lagi.
Sementara itu, menurut Danlantamal IV, Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto, S.E., M.Han, menjelaskan bahwa informasi tentang kejadian tersebut sudah diterima oleh pihaknya pada Rabu (8/7/2020) pagi, namun pihak Bakamla dan TNI AL telah mengetahuinya dari tadi malam.
Selanjutnya, Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto, S.E., M.Han. memerintahkan jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri untuk bergabung melakukan deteksi dan mencari kapal tersebut. Termasuk juga Helikopter ikut bergabung melakukan pencarian melalui udara, ungkapnya. (kr)





















