SUMBARTIME.COM-Fenomena tanah bergerak di kawasan Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota sejak beberapa hari yang lalu, kini mulai melebar.
Sebelumnya areal pemukiman warga yang terdampak serta mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan parah, Jumat (20/12) siang, pergerakan tanah mulai menyentuh aspal jalan.
Saat ini kondisi Jalur Sumbar Riau, labuah Data, Jorong Simpang Tiga, kurang lebih sepanjang 30 meter telah terjadi keretakan jalan sehingga cukup rawan untuk dilalui oleh pengendara pengguna transportasi.
Akibatnya sejak Jumat menjelang siang, akses jalan sepanjang 30 meter Jalur Sumbar Riau, di Jorong Simpang Tiga tersebut terpaksa menggunakan sistem buka tutup. Terlihat dilokasi, warga telah menutup separo badan jalan yang mengalami keretakan dengan garis polisi.

Kondisi tersebut terjadi akibat separo badan jalan yang mengalami keretakan dan sangat rawan untuk dilalui oleh kendaraan terutama kendaraan berat, ucap warga di lokasi.
Warga menuturkan, jika mereka saat ini membantu para pengendara untuk melakukan sitem buka tutup di jalur yang terdampak keretakan akibat fenomena tanah bergerak. Warga pun mengatakan kondisi ini belum bisa dipastikan kapan akan kembali normal, mengingat keretakan makin lama makin panjang dan mulai melebar, ujar mereka.
Sementara itu, salah satu aktifis warga setempat Ilham, yang sangat konsen menentang aktifitas eksploitasi pertambangan dengan menggunakan bahan peledak di Koto Alam, membenarkan jika saat ini kondisi jalur Sumbar Riau di Jorong Simpang Tiga, Labuah Data, sepanjang 30 meter telah mengalami keretakan yang cukup rawan, ungkapnya.
Keretakan ini diprediksi akan semakin panjang dan melebar jika tidak segera ditangani oleh Pemerintah terkait penyebab serta akar masalah dari terjadinya fenomena tanah bergerak di Koto Alam, urainya mengatakan. (aa)




















